Breaking News
Home >> Ekonomi kaltim >> Kaltim Optimalkan Lumbung Pangan

Kaltim Optimalkan Lumbung Pangan

SAMARINDA- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengoptimalkan lumbung pangan terutama di perdesaan untuk menciptakan ketahanan pangan dan sangat diperlukan ketika musim peceklik.
“Pengerjaan optimalisasi lumbung pangan desa, tentu tidak bisa kami lakukan sendiri karena berfungsi sebagai fasilitator dan pemberdayaan. Jadi, harus kerja sama dengan pihak terkait,” ujar Kabid Ekonomi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim, Dyayadi.
Di Kaltim, lanjutnya, saat ini terdapat 52 unit lumbung pangan yang semestinya mampu menciptakan ketahanan pangan karena fungsinya memang demikian.
Namun, lumbung pangan umumnya belum berfungsi optimal sehingga perlu ada perhatian, termasuk memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan fungsi lumbung tersebut.
Struktur lumbung pangan di Kaltim ada yang dari kayu, dan ada yang dari batu. Kondisinya bermacam-macam, yakni sebagian rusak, namun masih banyak yang dalam kondisi baik, dan sebagain lagi baru dibangun.
Adapun 52 unit lumbung pangan tersebut tersebar di enam kabupaten/kota, yakni di Kabupaten Kutai Kartenagara terdapat 17 unit, antara lain di Kecamatan Tenggarong, Samboja, Muara Wis, Kota Bangun, Anggana, Muara Kaman, Loa Janan, dan Tenggarong Seberang.
Sumber dana pembangunan lumbung pangan di kabupaten itu ada yang dari APBN, APBD Kaltim, APBD Kutai Kartanegara, dan bantuan keuangan provinsi. Kapasitas lumbung antara 50-100 ton.
Di Kabupaten Berau terdapat 16 lumbung pangan. Satu lumbung dalam keadaan rusak, yakni di Desa Tanjung Pangkat Kecamatan Sambaliung, sementara 15 lumbung lainnya dalam keadaan baik.
Lumbung-lumbung tersebut tersebar di semua kecamatan, seperti Gunung Tabur, Tabalar, Segah, Batu Putih, Teluk Bayur, Talisayan, dan Biatan. Lumbung yang mayoritas dibangun dari APBD Berau itu rata-rata berkapasitas 21-40 ton.
“Sedangkan lumbung lainnya adalah di Kabupaten Kutai Barat terdapat lima unit dengan kapasitas antara 15-100 ton, di Kabupaten Pena-jam Paser Utara terdapat lima unit berkapasitas 40-100 ton, Kutai Timur empat unit berkapasitas 5-50 ton, di Paser tiga unit berkapasitas 10-40 ton, dan di Samarinda dua unit berkapasitas 50 ton serta 100 ton,” ujarnya. (ant)