Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> Kaltim Usul Pelatnas Gulat di Jatim Atau Kalsel
PELATNAS : PGSI Kaltim usulkan 2 opsi tempat pemusatan pelatnas yaitu Surabaya, Malang dan Kalimantan Selatan. Eko Roni (kiri) salah satu pegulat Kaltim peraih medali emas di PON XIX Jawa Barat, yang juga masuk dalam tim pelatnas hadapi Asian Games 2018 mendatang.
PELATNAS : PGSI Kaltim usulkan 2 opsi tempat pemusatan pelatnas yaitu Surabaya, Malang dan Kalimantan Selatan. Eko Roni (kiri) salah satu pegulat Kaltim peraih medali emas di PON XIX Jawa Barat, yang juga masuk dalam tim pelatnas hadapi Asian Games 2018 mendatang.

Kaltim Usul Pelatnas Gulat di Jatim Atau Kalsel

SAMARINDA – Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim usulkan dua pilihan tempat pelaksanaan pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) persiapan Asian Games 2018 mendatang. Dua daerah yang diusulkan adalah Surabaya, Malang (Jatim) dan Kalsel.
Pelatih Gulat Kaltim, Buyamin mengatakan pilihan berlatih di luar Pulau Jawa tak lain supaya tidak muncul kecemburuan daerah. Selama ini kata dia pemusatan latihan atlet nasional kurang sosialisasi ke luar Pulau Jawa yang memiliki sarana dan prasarana tak akalah baik dari daerah di Pulau Jawa.
Sebanyak 12 pegulat dari Kalsel, Jabar, Jatim dan Banten nantinya akan berlaga di ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Di sisi lain, Buyamin menilai keterlambatan penerbitan surat keputusan (SK) tim pelatnas dikarenakan Binpres PB PGSI berasal dari Jabar. Melihat komposisi berdasarkan hasil PON XIX kemarin, pegulat Jabar hanya masuk di 2 kelas, sementara Kaltim dan Kalsel masing-masing 4 atlet sesuai dengan kelas yang diberikan oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
“Jadi seharusnya SK itu sudah diserahkan ke Oktober kemarin se Satlak Prima, tapi karena orang PB itu dari Jabar, makanya sampai sekarang belum terbit, mereka menginginkan 2 atletnya masuk lagi sengan menggeser 2 atlet kami, ya jelas tidak bisa karena di dua kelas itu atlet kami dapat emas di PON kemarin,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, pihaknya akan tetap terus memantau perkembangan keinginan Jabar berkaitan SK tersebut. Buyamin mengaku tak ingin kecolongan, jika sampai ada pergeseran dari atlet Kaltim.
“Akan kami pantau terus, kalau sampai terjadi akan kami protes, karena itu sudah jelas salah, atlet kami dikelasnya itu emas di PON, masa digeser dengan kelas lain, ya gak bisa, “pungkas Buyamin yang juga menjabat sebagai pelatih nasional itu. (rgn)