Dipublish: 12 Juli 2013, 21:53

Kapolres Berau Dapat SMS Ancaman

Nakhoda BMP II Tersangka, Diduga Angkut 75 Ton Solar Ilegal

TANJUNG REDEB – Kepala Kepolisian Resor Berau, AKBP Mukti Juharsa Sik, mengaku menerima ancaman melalui pesan singkat atau SMS ke telepon selulernya. Ancaman itu berkaitan dengan diamankannya satu unit kapal Landing Craft Tank (LCT) berkapasitas 150 ton, Rabu 10/7 lalu. Kapal BMP II yang diduga mengangkut solar bersubsidi sekitar 75 ton itu, milik agen BBM Pertamina Harga Keekonomian PT Aqhsa Abie Sadewa (AAS).
“Gua juga diancam, tapi gua nggak takut. Nih lu lihat sendiri SMS-nya,” ujar AKBP Mukti Juharsa, dengan logat Betawinya kepada sejumlah wartawan usai rapat bersama seluruh Kapolsek dan Perwira di Mapolres Berau, Jumat 12/7.
Ancaman tersebut diungkap Kapolres, menanggapi kabar beredar jika ia telah menerima sejumlah uang untuk menghentikan penyidikan dugaan kasus minyak ilegal itu. “Silahkan orang bicara apa, gua nggak perduli. Yang jelas kasus diproses dan lengkapnya tanya ke Pak Apri (Kasat Reskrim, red). Kalau ada yang perlu ditanyain ke gua, silahkan aja,” tegas Mukti seraya menunjukkan SMS panjang di telepon selulernya.
“Kapal masih kita amankan. Tidak benar kalau dibilang dilepas,” kata Kasat Reskrim AKP Apri Fajar Hermanto S Ik.
Menurut kasat yang baru sebulan bertugas di Polres Berau ini, RL selaku nakhoda ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja, tidak ditahan. Tiga anak buah kapal lainnya, berstatus saksi. Alasannya, pasal dalam UU Nomor 22/ 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sanksinya tidak lebih dari lima tahun penjara. “RL tidak kami tahan, karena ancamannya cuma 3 tahun penjara. Tapi kapal tetap diamankan sampai pengadilan memutuskan,” beber Apri.
Seperti diberitakan kemarin, empat ABK Kapal BMP II itu, termasuk nakhoda RL, turut diamankan di Mapolres Berau. Penahanan kapal berwarna orange berbobot 888 Gross Ton itu diawali informasi masyarakat. Kabarnya, kapal bernomor 5190/IIK 2012 LLKN06394/L, mengangkut solar bersubsidi tanpa dokumen. Polisi pun memeriksa kapal sekitar jam tiga dini hari, Rabu 10/7. Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 wita, kapal diamankan di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Redeb.
Sementara pihak AAS membantah jika solar yang diangkut kapal mereka tidak berdokumen lengkap. “Dokumen kami lengkap. Kami tidak tahu alasan polisi menahan kapal,” jelas Sya’faat selaku Humas di struktur perusahaan minyak berpusat di Balikpapan ini. (vic513/lee)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger