Home >> Bontang - Kutim >> Kapolres Berharap Guru Tak Turun ke Jalan

Kapolres Berharap Guru Tak Turun ke Jalan

SEMENTARA di Bontang, Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn berharap agar tidak ada aksi demo guru yang menuntut pemangkasan tunjangan performa PNS struktural. Sebelumnya, para perwakilan guru di Bontang sudah melakukan hearing dengan DPRD. Bahkan, Wali Kota Neni Moerniaeni juga sudah menemui dan menjelaskan kondisi keuangan yang memaksa langkah pemangkasan dilakukan.
Ervyn menuturkan, dia sudah bertemu dengan perwakilan forum peduli pendidikan dan guru (FPPG). Hasilnya, forum itu mengedepankan dialog sebagai langkah penyelesaian, sebelum mereka turun ke jalan Kamis (24/11) hari ini. Namun, FPPG tetap mengirimkan surat izin demo ke Polres Bontang. Kalau dialog dengan Pemkot gagal, mereka akan tetap turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi.
“Saya sudah ketemu dengan perwakilan mereka. Malam ini (malam tadi) ada dialog untuk pembahasan lebih lanjut,” ungkapnya.
Untuk diketahui, rencana demo para guru itu mengemuka dalam pertemuan dengan DPRD pekan lalu. Di hadapan DPRD, perwakilan guru meminta agar Pemkot juga melakukan pemangkasan terhadap tunjangan performa PNS di lingkungan Pemkot. Karena, ada dua tambahan penghasilan bagi PNS struktural, sementara untuk guru, hanya ada 1 skema tambahan penghasilan.
“Kalau memang penghasilan kami akan dipangkas, mestinya Pemkot bersikap adil. Hapus juga tunjangan performa untuk guru. Karena, TPP dinikmati oleh semua PNS, sementara performa hanya PNS struktural yang menikmati,” kata Ketua FPPG Nasrullah.
Wali Kota sendiri sudah menyampaikan bahwa dia tidak akan sampai memangkas habis TPP yang dinikmati oleh guru di Bontang. Agar adil, dia akan memangkas TPP dan performa. Jadi, guru masih menikmati tambahan penghasilan dari TPP. (ram914)