Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Kasus Dodi Cs, Kajari Bidik Nama Baru

Kasus Dodi Cs, Kajari Bidik Nama Baru

BONTANG – Sidang putusan kasus korupsi berjamaah yang melibatkan sejumlah mantan Anggota DPRD Bontang baru saja diputuskan. Empat terdakwa yakni HM Nurdin, Dody Rondonuwu, Yohanes Meru dan Asriansyah masing-masing dijatuhkan vonis 14 bulan penjara plus denda Rp50 juta. Namun, permasalahan belum selesai.
Dodi Rondonuwu, melalui pengacaranya mengatakan siap buka-bukaan mengenai perkara itu. Wakil Ketua DPRD Kaltim itu akan menyebutkan nama-nama yang menurutnya juga terlibat dengan perkara tersebut. Setali tiga uang, Nurdin juga akan blak-blakkan menyebut nama. Nurdin bahkan meminta penegak hukum tidak tebang pilih.
“Saya harap kejaksaan tidak tebang pilih. Masih banyak nama yang tersangkut kasus ini belum diproses sama sekali,” kata Nurdin.
Lebih lanjut, Nurdin mengaku siap membantu kejaksaan dalam mengumpulkan data untuk proses hukum mantan anggota DPRD lainnya. Bahkan ia menyatakan siap menjadi saksi dalam persidangan nantinya. “Saya siap membantu dan menjadi saksi kalau semua nama diproses,” tambahnya.
Menanggapi pernyataan keras dua pesakitan itu, Kejaksaan menyatakan sikap tidak akan tebang pilih. Kajari Bontang Mochammad Budi Setyadi mengatakan, instansinya tidak pernah tebang pilih dalam pengusutan kasus tindak pidana korupsi berjamaah 25 anggota DPRD Bontang periode 2000-2004.
Budi yang baru 3 bulan menjabat itu menganggap, tudingan yang diberikan kepada kejaksaan tidak benar. Sebab, ketika dilantik pada 15 Juni 2016 lalu, dia telah mendapat tugas untuk menyelesaikan pokok perkara Dodi Cs.
“Pas saya dapat tugas itu, saya tidak pernah terkosentrasi pada perkara di luar itu karena jika itu tidak diselesaikan dengan baik, akan berbuntut panjang. Asumsi saya, kalau saya biarkan kasus itu, kemudian saya sidik yang lain, mau jadi apa orang? Kasus satunya belum diselesaikan sama kejaksaan dan tidak jelas putusan dari majelis hakim ini seperti apa,” ungkapnya.
Meski demikian, saat ini ia telah mengantongi sejumlah nama-nama yang belum tersentuh kasus yang cukup lama menyita perhatian masyarakat Bontang itu. Budi mengatakan, dia akan mempelajari kasus tersebut lebih mendalam. Pasalnya, ia dan sejumlah pegawai Kejari merupakan orang baru.
“Ini bukan perkara mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Nyatanya kasus ini 7 tahun baru majelis hakim bisa menentukan pokok perkaranya. Kalau teman-teman itu mengatakan tebang pilih ? Ketika ini sudah diputus kita sudah buka berkas, bahwa memang ada yang belum. Satu persatu nanti kita buka,” tegasnya. (ram914)