Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Kasus HIV di Kukar Menurun
KORBAN HIV: Seorang penderita HIV di Tenggarong meninggal seorang diri di dalam kamar kos, beberapa waktu lalu.
KORBAN HIV: Seorang penderita HIV di Tenggarong meninggal seorang diri di dalam kamar kos, beberapa waktu lalu.

Kasus HIV di Kukar Menurun

Lokalisasi Ditutup, Sebagian Pindah Keluar Daerah

TENGGARONG – Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara melansir hanya ada 24 penderita HIV di Kukar. Jumlah ini menurun menyusul penutupan sejumlah lokalisasi.
“Data per Oktober 2016 penderita HIV di Kukar mencapai 24 orang,” kata Plh Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kukar, Triatmo kepada Koran Kaltim, Kamis (1/12).
Angka ini menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 39 kasus HIV.
Triatmo memprediksi, turunkan kasus HIV di Kukar tidak lepas dari kebija-kan penutupan sejumlah lokalisasi. Selain itu, beberapa penderita HIV diperkirakan telah meninggalkan Kukar.
“Tidak semua penderita HIV perempuan, ada juga laki-laki. Biasanya mereka yang sering jajan ke lokalisasi sehingga tertular. Kasus HIV terbesar ada di Tenggarong Seberang, di sana ada dua lokalisasi,” terangnya.
Menurut Triatmo, Dinkes rutin mengecek keberadaan penderita HIV di Kukar, demi pencegahan penyebaran kasus HIV. Namun, identitas penderita HIV dirahasiakan agar tidak menambah tekanan psikologis.
“Penderita HIV harus minum obat ARP setiap hari. Obat itu hanya tersedia di RSUD AWS, mereka yang ambil obat dan langsung dikontrol setiap bulan, jelasnya.
Dokter Penanggulangan Penyakit Menular Puskesmas Rapak Mahang, Julianoes N Adam mengungkapkan, Puskesmas Rapak Mahang menangani dua pasien HIV.
“Yang perempuan masuk stadium dua, dan yang laki-laki sudah masuk stadium empat. Kedua penderita kami pantau secara rutin sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV di wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang,” terangnya.(ran415)