Home >> Headline >> Kasus Kekerasan Anak di PPU Meroket

Kasus Kekerasan Anak di PPU Meroket

PENAJAM – Kasus kekerasan terhadap anak dan anak bermasalah hukum di Penajam Paser Utara (PPU) meningkat drastis dibanding data kasus tahun 2015 lalu hanya libatkan 9 anak, baik pelaku maupun korban. Sementara data periode Januari hingga November ada 23 anak jadi korban kekerasan seksual dan masalah hukum. Otomatis, peningkatan kasus kekerasan anak meningkat 150 persen lebih.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) PPU, Nurkaidah kepada Koran Kaltim mengakui gejala peningkatan kasus anak dibawah umur itu menjadi perhatian serius, dan sedang mencari solusi untuk menekan kasus serupa tak bertambah lagi.
“Kami akui, data kasus tahun 2016 ini meningkat drastis dibanding kasus tahun 2015. Tahun lalu hanya libatkan 9 anak dibawah umur, sementara Januari hingga November 2016 sudah ada 23 anak terlibat kasus tersebut. Kami berjuang untuk menekan jumlah kasus dari tahun ke tahun,” kata Nurkaidah, Selasa (22/11).
Adapun penetapan Kabupaten Layak Anak (KLA) sejak terbit surat keputusan Gubernur Kaltim tentang Kabupaten PPU Menuju KLA pada Februari 2016, pihaknya terus berusaha untuk penuhi indikator penilaian. Seperti penanganan dan perlindungan kekerasan terhadap anak, penanganan anak korban pelecehan seksual dan eksploitasi anak.
Untuk penuhi indikator tersebut, Pemkab dan warga PPU bertugas mencari solusi bagi anak-anak yang menjadi pelaku dna korban kekerasan serta pelecehan tersebut. Selain itu, menjadi pembelajaran bagi elemen masyarakat agar memberi perhatian dan kepedulian terhadap anak, sehingga kasus melibatkan anak dibawah umur berkurang dimasa mendatang.
“Kami imbau warga dan khususnya orang tua lebih waspada dan tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak, agar tak terjadi hal tak diinginkan terhadap anak,” imbuhnya. (nav)