Kawasaki Jadi Saksi Sidang Dugaan Kartel Skutik


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:00:57
Seperti sudah dijadwalkan sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kemarin (4/10), kembali menggelar sidang kasus dugaan praktik kartel penentuan harga sepeda motor jenis skuter matik (skutik) 110-125 cc dengan terlapor 1 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan terlapor 2 PT Astra Honda Motor (AHM).

Bertempat di ruang pemeriksaan KPPU, Jakarta Pusat, sidang berlangsung dalam dua sesi, menghadirkan dua saksi dari perusahaan sepeda motor di Tanah Air.

Pada sesi pertama, tim investigator KPPU mendatangkan saksi Toshio Kuwata, marketing director PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Saksi didampingi oleh General Director Marzal Tirtadirdja dan seorang penerjemah Jepang-Indonesia.

Selain saksi, sidang juga dihadiri oleh para kuasa hukum dari pihak Yamaha dan Honda. Lalu pada sesi kedua yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB, tim investigator mendatangkan saksi dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Seperti diketahui, pada sidang keempat, Senin 3 Oktober KPPU sempat menunda sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Presiden Direktur PT TVS Motor Company, V Thiyagarajan.

Namun karena penerjemah bahasa India yang didatangkan tidak memiliki sertifikat tersumpah maka majelis menunda sudang tersebut pada Kamis 6 Oktober 2016.

Seperti diketahui, sidang perdana dugaan praktik kartel skutik dilakukan pada 19 Juli 2016 dengan agenda penyampaian laporan dugaan pelanggaran (LDP) berdasarkan hasil temuan tim investigator KPPU. Dalam LDP, ditemukan beberapa alat bukti, salah satunya email berisi permintaan Presiden Direktur YIMM kepada vice president agar mengikuti harga jual motor Honda.

Sepekan kemudian, KPPU kembali menggelar sidang dengan agenda tanggapan YIMM dan AHM dari hasil temuan tim investigator KPPU. Pada sidang tersebut hanya Yamaha yang menyampaikan tanggapan meski saat itu perwakilan dari Honda juga hadir.

Yamaha dengan tegas membantah adanya praktik kartel dan menyebut ada persaingan yang ketat dalam bisnis skuter matik 110-125 cc dengan rivalnya, Honda.

Di kesempatan berbeda, Honda juga membantah tuduhan KPPU. AHM merasa sudah menjalankan bisnis sepeda motor seperti biasa, tidak ada hal khusus yang dilakukan, termasuk menegosiasikan harga dengan Yamaha.(okc)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 month ago | dibaca 664 kali
img