Home >> Ekonomi kaltim >> KDP Garap Puding Bawang Tiwai

KDP Garap Puding Bawang Tiwai

TENGGARONG- Bawang tiwai yang sudah familiar di kalangan masyarakat tradisional, kini mulai dimanfaatkan sebagai sebuah komoditas yang mampu mendatangkan keuntungan. Bawang ini sudah lama digunakan di Kalimantan sebagai tanaman obat. Bentuknya hampir mirip dengan bawang merah, yang membedakan adalah umbi tiwai atau bawang dayak memiliki warna merah yang lebih terang menyala dan permukaan yang lebih licin.
Warga Tenggarong biasa mengolah bawang tiwai sebagai kuliner lezat yang ekonomis. Tumbuhan ini mempunyai aroma yang khas dan bermanfaat bagi kesehatan. Bawang ini biasanya dijadikan teh, namun tangan kreatif ibu-ibu dari Komunitas Dengsanak Purple (KDP) mengolah bawang tiwai menjadi puding yang lezat.
Menurut Ketua KDP, Indah, bagian tumbuhan bawang tiwai yang dimafaatkan untuk obat adalah umbinya, sama seperti bawang lain. Bawang ini mengandung antioksidan yang tinggi dan zat antibakteri sehingga dapat menangkal terbentuknya banyak jenis penyakit dan mencegah infeksi dan penularan virus, bakteri, kuman, dan mikroba lainnya.
Menurut Indah, selama ini bawang tiwai tidak hanya bisa diolah menjadi teh saja, dengan adanya puding bawang tiwai ini diharapkan bisa memberikan inspirasi kepada kalangan ibu rumah tangga bahwa tumbuhan yang dianggap sebagai obat bisa dijadikan makanan yang digemari masyarakat Tenggarong yaitu puding.
“Puding bawang tiwai ini bukan hanya enak, tapi juga mengandung manfaat bagi kesehatan,” kata dia.
Banyaknya tumbuhan bawang tiwai di Kalimantan bisa memberikan peluang untuk para wirausaha menjadikannya sebagai inspirasi dengan mengubahnya menjadi kuliner.
“Tumbuhan bawang tiwai ini sangat mudah ditemukan, di hutan juga banyak, apalagi di pasar. Jadi ini kita manfaatkan sebagai makanan khas Kalimantan,”ungkapnya.
Indah mengatakan, untuk proses pembuatan puding bawang tiwai hampir sama dengan pembuatan puding pada umumnya, hanya saja ada penambahan air bawang saja.
“Cara membuatnya sama saja dengan pembuatan puding seperti biasanya, tapi bawang dayak ini airnya saja yang diambil, dengan mengupas dan mencuci sampai bersih, kemudian diparut dan diperas, airnya kita jadikan campuran pengolahan puding,” Ungkapnya.
Untuk seporsi puding, Indah biasa mematok harga Rp 5 ribu, dengan ukuran kecil, dan ukuran sedang seharga Rp 10 ribu.(yul1116)