Home >> Planet Football >> Kejar Sejarah 132 Tahun
DIUNGGULKAN LOLOS: Dituntut main impresif, Jamie Vardy bersama Leicester City dalam tekanan saat menghadapi Brugge.
DIUNGGULKAN LOLOS: Dituntut main impresif, Jamie Vardy bersama Leicester City dalam tekanan saat menghadapi Brugge.

Kejar Sejarah 132 Tahun

Leicester City   vs   Club Brugge

LEICESTER – Membandingkan penampilan Leicester City di kompetisi domestik dan kancah Eropa ibarat langit dan bumia. Ya, kampiun Liga Inggris musim lalu ini terpuruk di posisi bawah klasemen Premier League bahkan mendekati zona degradasi namun perkasa di Liga Champions dimana Jamie Vardy dkk tinggal selangkah menuju fase knock out.
Kondisi kontras itulah yang jadi pertanyaan besar mengingat baru tiga kemenangan yang diraih The Foxes dari 12 laga sementara di kompetisi Eropa belum ada noda yang ditorehkan karena menyapu tiga kemangan dan sekali imbang. Wajar kalau di klasemen sementara Grup G, Leicester ada di posisi teratas dengan 10 angka.
Setelah akhir pekan kemarin menelan kekalahan keenam melawan Watford dengan skor 1-2, perjuangan harus dilanjutkan Rabu (23/11) dinihari nanti saat mereka menjamu wakil Belgia, Club Brugge, di King Power Stadium yang sekaligus menentukan langkah mereka ke putaran kedua Liga Champions.
Cukup hasih imbang bagi tuan rumah untuk memastikan tiket ke 16 Besar dan itu diprediksi terpenuhi mengingat lawan yang dihadapi belum pernah meraih kemenangan dan ada di urutan terbawah klasemen. Kalah akan membuat persaingan memanas karena Porto dan FC Copenhagen masih bisa menyalip perolehan poin Leicester di akhir fase grup.
Pelatih Leicester Claudio Ranieri menuntut anak asuhnya untuk tampil sebaik mungkin demi menghindari hasil negatif secara beruntun. “Kami harus mengalihkan fokus ke kompetisi Eropa dalam kondisi yang kurang bagus. Tapi kami harus tetap memberikan yang terbaik untuk pendukung kami di King Power,” tegas Ranieri.
Pada perjumpaan pertama di Belgia, Leicester mengalahkan Brugge dengan skor telak 3-0. Jika mereka berhasil lolos ke fase knockout, maka mereka telah mencatatkan sejarah baru dalam klub mereka, di mana selama 132 tahun klub ini berdiri, belum sekalipun The Foxes mencicipi atmosfer fase Knockout Liga Champions.
Jelang laga ini Ranieri dipusingkan dengan cedera yang menerpa timnya. Leonardo Ulloa, Kasper Schmeichel, Ben Chillwell, Nampalys Mendy dan Matthew James dipastikan absen karena cedera.
Jika kondisi Leicester pincang jelang laga ini, maka kondisi 180 derajat terjadi di kubu tim tamu. Pelatih Michel Preud’homme tidak memiliki masalah cedera yang berarti sehingga ia bisa tampil full team pada laga ini. “Kami ingin merasakan hasil positif dan memanfaatkan kondisi tuan rumah. Paling tidak kami ingin membawa satu angka dari Inggris,” tegas Preud’homme. (lbc/mar)