Kelola SDA Jangan Abaikan Lingkungan


korankaltim
korankaltim
2016-10-17 20:01:23
TANJUNG REDEB – Alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBN menjadi angin segar bagi masyarakat desa/kampung, terutama yang berada di pelosok. Masyarakat desa ditantang untuk dapat mengenali potensi dan mengelolanya untuk kesejahteraannya sendiri, tanpa menyimpang dari tujuan awalnya.

Sejalan dengan hal itu, potensi sumber daya alam di desa/kampung juga harus dikelola secara berkelanjutan, dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat. Tanpa sumber daya manusia yang cakap, akan sulit bagi desa untuk mengelola potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin, dengan mengindahkan aspek-aspek keberlanjutan dan pelestarian alam.

“Kesadaran partisipasi warga, pemerintah, pihak swasta, dan pemangku kepentingan lainnya, sangat penting bagi desa maupun kampung untuk dapat mengenal dan memahami potensi sumberdaya,” kata Country Director The Nature Conservancy (TNC) Program Indonesia, Rizal Algamar, dalam keterangan resminya kepada wartawan.

Untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian desa/kampung dalam membuat dan melaksanakan rencana pembangunan dan mengelola sumber daya alamnya secara terpadu, TNC Indonesia telah mengembangkan pendekatan yang disebut Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan atau yang dikenal dengan sebutan SIGAP.

Saat ini TNC sudah menerapkan pendekatan ini di 2 kampung di Kabupaten Berau, yaitu di Long Duhung dan Merabu, Kabupaten Berau – Kalimantan Timur. TNC juga tengah mendukung para mitra yang terdiri atas lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok swadaya masyarakat (KSM), untuk mereplikasi pendekatan ini di 24 desa/kampung lainnya di Berau.

“SIGAP menjadi alat untuk membangun kesadaran kami akan potensi yang kami miliki dan berbuat untuk memberdayakan diri kami sendiri,” kata Kepala kampung Merabu, Franly Aprilano Oley. (sam)

loading...

baca LAINNYA