Dipublish: 4 Juni 2013, 22:13

Kenaikan BBM Subsidi Berlaku Bulan Ini

PERINTAH PURA-PURA TIDAK TAHU MAFIA BBM TAMBANG

JAKARTA-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera keukeh menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Keputusan menolak kenaikan BBM tak bisa ditawar lagi karena sudah dirapatkan di internal PKS.  Anggota Fraksi PKS Indra mengatakan, salah satu alasan partainya menolak kenaikan BBM sebab kemiskinan akan semakin meningkat.
“Harga kebutuhan pokok akan melambung naik, ini akan membebani rakyat,” kata Indra di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.
Ketimbang menaikkan harga BBM, Indra menyoroti banyaknya penyelundupan BBM di berbagai tempat. Belum lagi penyimpangan BBM bersubsidi yang dijual kepada perusahaan-perusahaan tambang.
“Ini karena ada mafia BBM. Apakah SBY tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Seharusnya kasus ini yang diberantas,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik yakin seluruh fraksi partai di DPR termasuk PKS menyetujui kenaikan BBM. Keyakinannya bukan tanpa alasan. Sebab, tidak ada partai yang tidak mau memproteksi rakyat miskin.
“Tetap naik dan harus ada BLSM (Bantuan Langsung Sementara Tunai). Partai manapun saya rasa kasihan sama yang miskin,” ujar Jero yang kemarin menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membahas persiapan kenaikan BBM.
Jero yakin PKS pada akhirnya akan menerima kebijakan ini, sebab apabila subsidi BBM dibiarkan begitu tinggi, imbasnya akan berbahaya bagi perekonomian negara.
Terkait BLSM yang diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, Jero juga meminta seluruh partai menyetujuinya. Sebab, ini menyangkut nasib rakyat yang tidak mampu.
“Jangan ditolak, harus disetujui. Saya ajak teman di DPR kawal bersama-sama berikan bareng-bareng orang yang tidak mampu ini,” ujar Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Jero meyakinkan masyarakat bahwa kenaikan harga BBM bukan semata-mata keputusan sepihak dari pemerintah, melainkan dalam rangka penyelamatan ekonomi negara.
“Ini kan belum final, finalnya di paripuna,” ujarnya.
Seperti diberitakan, harga BBM bersubsidi jenis premium akan dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter. Sedangkan solar naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter. Sebagai kompensasi, pemerintah memberikan BLSM yang disalurkan selama 5 bulan, yang besarnya Rp 150 ribu per bulan per kepala keluarga. Total anggarannya Rp 11,6 triliun. Adapun total anggaran untuk seluruh program kompensasi kenaikan harga BBM yang diajukan dalam RAPBN-P 2013 mencapai Rp 30,1 triliun. Angka itu dialokasikan untuk BLSM, Raskin, beasiswa, maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
Kemarin pemerintah dan DPR telah menyepakati beberapa poin asumsi makro RAPBN-P 2013. Sebelum menaikkan harga BBM subsidi, pemerintah menunggu RAPBN-P ini disahkan karena di dalamnya ada anggaran kompensasi untuk rakyat miskin, salah satunya bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) Rp 150 ribu/bulan selama 5 bulan untuk 15,5 juta kepala keluarga miskin.
Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan kenaikan harga BBM subsidi optimistis dilakukan pada Juni 2013. “Artinya sudah sesuai jadwal, dan nggak ada perubahan terhadap kenaikan BBM di bulan Juni,” kata Chatib.
Beberapa asumsi makro yang menjadi kesepakatan adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%, harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) US$ 108 per barel, dan lifting minyak 840 ribu barel per hari, serta lifting gas sebesar 1,240 juta per barel.
Kemudian suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPB) tiga bulan dipatok 5%, nilai tukar rupiah terhadap dolarAS dipatok Rp 9.600/US$.
Akan tetapi, untuk inflasi perlu ada pembahasan lebih lanjut. Sementara 6 fraksi sepakat target inflasi tahun ini 7,2%, tiga fraksi yang belum menyepakati dan meminta penjelasan lebih jauh dalam panja RAPBN-P adalah, PKS, PDI-P, dan Gerindra.
“Maka dengan demikian untuk inflasi akan dibahas selanjutnya oleh Panja di DPR dengan penjalasan dari pemerintah,” kata Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit di kesempatan yang sama. (geb)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger