Breaking News
Home >> Samarinda >> Kerjasama Pemkot-Korem Tidak Menyeluruh
LAHAN UANG: Setelah sempat dibina oleh Koperasi Korem, masalah perpakiran di Samarinda tahun depan akan melibatkan Samsat dan DIspenda demi menggenjot PAD yang tahun ini menurun.
LAHAN UANG: Setelah sempat dibina oleh Koperasi Korem, masalah perpakiran di Samarinda tahun depan akan melibatkan Samsat dan DIspenda demi menggenjot PAD yang tahun ini menurun.

Kerjasama Pemkot-Korem Tidak Menyeluruh

Terkait Rencana Pemutusan Ikatan Pengelolaan Parkir

SAMARINDA –Pemkot Samarinda dipastikan memutus kerjasama dengan Koperasi Kartika Aji Mustika Prima milik Korem 091/ASN terkait pengelolaan parkir di Samarinda terhitung mulai bulan depan atau akhir tahun 2016 ini. Alasan dibalik pemutusan kerjasama yang tidak lagi efektif dan alasan lain yaitu, tidak memberikan keuntungan atau pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keputusan tersebut juga masukan dari DPRD Samarinda karena menilai tak ada gunanya melanjutkan kerjasama kalau tidak menghasilkan keuntungan. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda pun sudah melakukan pendekatan dan siap bekerjasama dengan pihak Samsat juga Dinas Pendapatan Kaltim untuk mengelola parkir ini dimana nantinya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di masukan tiket parkir.
Terkait hal ini, petugas Koperasi Kartika Aji Mustika yang namanya enggan dikorankan menyebutkan, kerjasama yang dilakukan sebenarnya adalah perihal pendampingan dan pembinaan terhadap juru parkir yang ada di sepanjang tepian Sungai Mahakam mulai dari Jl Gajahmada hingga Jl Slamet Riyadi. “Sebenarnya kami tidak boleh komentar, statemen resmi dari Kapten Asrul Azis karena beliau Kepala Koperasi Korem,” ujar petugas tersebut Jumat (18/11) kemarin.
Pendampingan yang dimaksudkannya adalah agar juru parkir bisa berkontribusi kepada daerah, dengan dilakukan pendataan pembinaan serta pendampingan terhadap para juru parkir tersebut agar tidak terkesan jukir liar seperti yang banyak dikeluhkan warga Kota Tepian selama ini. Petugas tersebut menyatakan yang ia ketahui, kerjasama yang dilakukan tidaklah menyeluruh, hanya beberapa titik saja. “Nah surat pemutusan kerjasamanya itu ada atau tidak, kami juga tidak tahu, mungkin ada sama Kapten Asrul,” ungkapnya.
Diungkapkannya, selama masa kerjasama berlangsung, setoran para juru parkir yang dibina Korem meningkat derastis, dari hanya Rp18 juta, belakangan meningkat hingga Rp40 juta perbulannya. “Itu hanya beberapa hal yang kami tahu, untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi langsung ke Kapten Asrul,” paparnya
Sayangnya Asrul sendiri tidak bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Namun beberapa waktu lalu kepada media ini Asrul sudah menyatakan tak masalah kalau kerjasama di putus. “Kalau memang mau dihentikan silakan saja, yang jelas kami sudah melakukan pembinaan dan terlihat hasilnya. Kami diberi wewenang 11 titik operasi jukir, itu yang kami lakukan, diluar itu urusan parkir oleh Dishub. Terus terang setelah kami bina mereka merasa lebih aman karena selama ini terus terang saja mereka mengaku selalu didatangi oknum yang mengatasnamakan Dishub dan ormas,” ucap Asrul saat itu.. (rs616)