Breaking News
Home >> Football kaltim >> Kesal Disebut Spesialis Pengganti
Yogi Rahadian
Yogi Rahadian

Kesal Disebut Spesialis Pengganti

Striker Mitra Kukar Yogi Ra-hadian mengaku merasa kesal dengan anggapan beberapa orang yang menyebutkan dirinya sebagai spesialis pemain peng-ganti di Naga Mekes selama Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Hingga pekan ke-29, Yogi sudah tampil di 25 pertandingan, namun hanya bermain sebagai starter di tujuh laga. Yogi sudah mencetak empat gol, masing-masing dua ketika tampil menjadi starter dan pemain pengganti.
Absennya beberapa pemain pilar membuat Yogi masuk ke dalam starting-line up dalam dua laga terakhir. Di pertandingan sisa ISC A ini, Yogi berusaha menunjukkan kualitasnya. “Sebetulnya saya agak keganggu anggapan orang yang menyebutkan saya spesialis pemain babak kedua, pengganti. Ada yang bilang: ‘Yogi, kamu lebih bagus kalau main di babak kedua’,” ungkap Yogi.
“Semua pemain, kalau bisa, inginnya menjadi starter. Setelah dua pertandingan, saya hanya ingin membuktikan saya punya kemampuan, jadi tidak harus dimulai dari babak kedua.”
Sementara itu, pelatih Jafri Sastra menyatakan, pernyataan Yogi itu merupakan bentuk motivasi sang pemain. Menurut-nya, Yogi mengalami peningka-tan bagus, seperti halnya pemain Mitra Kukar yang lain.
“Ini adalah salah satu bentuk motivasi untuk Yogi. Ketika Yogi dikasih kesempatan, dan kami butuh taktik ini, Yogi main yang pertama, dan dia sudah siap. Yogi dan pemain lainnya bisa berkembang di tiap pertandi-ngan. Dari segi mental, teknik, skill, mereka butuh peningkatan. Secara menyuluruh, semua pemain berkembang,” katanya.
“Dalam beberapa pertandingan Yogi sebetulnya sudah sering menjadi starter. Tidak ada masalah dengan Yogi. Dia memberikan kontribusi yang luar biasa untuk tim ini. Tentunya pelatih punya catatan-catatan khusus ketika bertemu dengan siapa, siapa yang paling pas dimainkan.”
“Apapun yang dilakukan pemain, menit berapa pun mereka masuk, menit berapa pun mereka keluar, itu merupakan bagian dari taktik. Karena setiap pemain punya kemampuan berbeda.” (gdc)