Kesal Tak Ada Tempat Tinggal

0
15
BERTAHAN: Posko sementara yang disiapkan untuk warga yang rumahnya dibongkar pemerintah.

SEORANG warga korban penggusuran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen satu Abdul Rahman mengaku kesal karena belum mendapatkan kepastian atas lahan yang akan dicicil. Ia bersama warga lainnya memilih bertahan tinggal di posko yang sudah dibangun Jumat (29/9) pekan lalu.
“Disini warga sudah cukup sabar, karena dijanjikan menempati lahan yang ada di Mugirejo (Lubuk Sawah, Kecamatan Sungai Pinang). Karena tidak ada tempat, kami terpaksa mendiamin posko, kalau kelaparan kami kumpulkan uang bersama warga lainnya, masak dan makan bersama,” papar Rahman kepada harian ini kemarin.
Bahkan saat musim hujan pun ia bersama warga lain hanya terima nasib untuk bertahan di posko yang ukuran sangat minim dan rentan terhadap air hujan. Dari pantauan media ini, ada juga beberapa warga yang membangun tenda sendiri bahkan masih menggunakan jamban (kamar mandi dari kayu) yang dekat dengan sisa bongkaran rumah.
“Kalau untuk air disini ada saja, yang terpenting kami masih bisa makan dan anak saya pun sekolahnya tidak jauh. Warga disini tidak ada satupun yang mendapatkan bantuan, kecuali Jumat lalu pemkot memberikan uang namun hanya untuk wanita lansia (lanjut usia). Bagi kami hal itu tidak masalah, kami hanya berharap lahan di Mugirejo itu segera dipersiapkan agar kami bisa membangun rumah kembali, daripada kayu bongkarannya dibiarkan saja apalagi saat ini musim hujan” papar ayah beranak satu ini.
Diana, warga lainnya yang berkeluarga dengan salah satu warga SKM mengaku prihatin dengan nasib yang menimpa saudaranya. “Ini memang tanah pemerintah tapi jangan sampai warga disini ditelantarkan apalagi saya tahunya warga disini kerja serabutan, kalau rumah tidak ada lantas mereka mau makan bagaimana. Saya datang kesini karena prihatin dengan keluarga saya yang terkena gusur, makanya saya bawakan makanan kesini,” jelas Diana. (ms315)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here