Ketahuan Mencuri, Dua Bocah Putus Sekolah Dimassa

0
1
Bikin Resah: Dua bocah yang terlibat pencurian di JL PM Noor, Samarinda. Mereka ketahuan saat mencuri dompet dari sepeda motor. Sempat terjadi kejar-kejaran sebelum keduanya dijatuhkan dari motornya di JL Juanda.

Sempat Kejar-kejaran sesama Sepeda Motor, Terjatuh di Jl Juanda

SAMARINDA – Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelaku, me-lainkan adanya kesempatan. Mungkin kata-kata ini cocok untuk meng-gambarkan kasus pencurian yang melibatkan dua bocah putus sekolah, Selasa (11/10) sekitar Pukul 08.30 Wita.
Ra (16) warga Jalan Sentosa dan Re (17) warga Jalan Gatot Subroto ketahuan mencuri dompet milik warga yang disimpan di dasbor motor. Beruntung, pemilik dompet yang belum diketahui identitasnya itu berhasil memergoki aksi pelaku, sehingga dompetnya tak sampai dibawa kabur.
Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu Iptu Yunus Kelo menuturkan, kasus pencurian itu terjadi di Jalan PM Noor, Samarinda Utara. “Jadi, barang yang dicuri pelaku itu disimpan di motor, sementara pemiliknya sedang berbelanja,” kata Yunus.
Ra dan Re yang kebetulan melintas berboncengan mengendarai motor Honda Vario, langsung memiliki niatan jahat ketika melihat dompet. Re di bagian depan, seketika memperlambat laju motornya. Setelah memantau keadaan, Ra yang dalam posisi dibonceng dengan cepat mengambil dompet tersebut.
Sial, belum sempat tancap gas aksi pencurian itu terlihat korban. Teriakan maling pun dialamatkan kepada kedua anak-anak tersebut. Takut jadi bulan-bulanan warga, keduanya membuang dompet tersebut dan kabur menggunakan ‘kuda besinya’.
Warga yang kesal dengan aksi pencurian itu nekad mengejar menggunakan motor. Kejar-kejaran sesama pengguna sepeda motor pun terjadi dari Jalan PM Noor ke Jalan AW Syahrani. Pelarian kedua bocah tersebut berakhir di Jalan Juanda, Samarinda Ulu. Ra dan Re jatuh dari motor karena ditendang oleh seorang warga yang mengejarnya.
Mengetahui dua orang yang terjatuh itu baru saja melakukan pencurian, warga seketika berkumpul. Tanpa komando, beberapa orang sempat menghadiahi pelaku dengan pukulan. Beruntung, tak lama setelah tertangkap, beberapa polisi tiba dilokasi kejadian dan mengamankan pelaku untuk menghindari amuk massa yang lebih brutal.
“Tempat kejadian pencuriannya masuk wilayah hukum Polsekta Samarinda Utara. Kami akan mengin-terogasi apakah pelaku pernah melaku-kan kejahatan di wilayah hukum Polsekta Samarinda Ulu sebelum mereka diserahkan ke Polsekta Samarinda Utara,” pungkas Yunus.
Perwira polisi berpangkat balok dua itu menyarankan korban pencurian dari dua bocah tersebut melapor ke Mapolsekta Samarinda Utara. Ditemui di kantor pololisi, kedua bocah tersebut mengaku terpaksa mencuri karena butuh uang buat makan.
“Saya mau beli makan sama beli bensin,” kata Re yang mengaku sehari harinya bekerja sebagai pengamen. “Orang tua saya di luar kota, jadi pembantu rumah tangga,” pungkasnya. (dor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here