Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Khawatir Tercoreng, Guru Tunda Aksi Demo Damai
POJOKSAT ILUSTRASI demo guru
POJOKSAT ILUSTRASI demo guru

Khawatir Tercoreng, Guru Tunda Aksi Demo Damai

BONTANG – Ribuan guru di Bontang membatalkan aksi damai yang mereka rencanakan berlangung Kamis (24/11) kemarin. Persiapan sudah dilakukan, namun karena ada informasi bahwa akan ada massa tandingan yang mengatasnamakan wali murid, forum peduli pendidikan dan guru (FPPG) memilih mengurungkan aksi mereka.
Ketua FPPG Nasrullah mengaku, dia menerima informasi dari Satuan Intel Polres Bontang terkait massa tandingan yang juga akan turun. Demi kondusifitas kota dan setelah berkonsultasi dengan pihak keamanan, FPPG menunda aksi damai yang mereka rencanakan.
“Kabarnya, ada massa tandingan dari kelompok masyarakat yang mengatasnamakan wali murid. Kami tunda, agar tidak terjadi benturan. Sekaligus, agar niatan baik kami menggelar aksi damai tidak tercoreng,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Nasrullah, hasil rapat antara tenaga pendidik dengan aparat keamanan juga menyepakati aksi damai ini ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Para aparatur sipil negara yang berkecimpung di dunia pendidikan ini memilih jalur diplomasi dan dialog, antara perwakilan guru, anggota DPRD, dan Pemkot Bontang.
Langkah ini dilaksanakan sampai batas disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang 2017 oleh DPRD Bontang. Namun, jika melalui dialog ini tidak tercapai kesepakatan, akan diputuskan pada rapat berikutnya untuk mengambil sikap.
“Tentu ada yang kecewa dengan keputusan ini. Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga teman-teman masih solid memperjuangkan kesejahteraan guru,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tenaga pendidik PNS yang dimotori FPPG berencana menggelar unjuk rasa. Menurut informasi, sekira 1.000 guru PNS akan turun ke jalan. Tuntutan guru itu keadilan antara tenaga pendidik dengan PNS struktural di Pemkot. (ram914)