Home >> PPU - Paser >> Kideco dan BNN Kembali Gelar Seminar Narkoba
TANPA NARKOBA: Siswa SMA dan sederajat di Kuaro bertekad untuk menjauhi Narkoba pada Seminar Interaktif Bahaya Narkoba dan Human Immunodefiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS)
TANPA NARKOBA: Siswa SMA dan sederajat di Kuaro bertekad untuk menjauhi Narkoba pada Seminar Interaktif Bahaya Narkoba dan Human Immunodefiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS)

Kideco dan BNN Kembali Gelar Seminar Narkoba

TANA PASER – Usai gelaran Seminar Interaktif Bahaya Narkoba dan Human Immunodefiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS) di Kecamatan Batu Sopang kemarin, kali ini seminar menyasar ratusan siswa SMA sederajat di Kecamatan Kuaro.
Untuk diketahui, Seminar Interaktif Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan HIV-AIDS merupakan kegiatan yang diselenggarakan PT Kideco Jaya Agung (KJA) dengan bekerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim serta Lembaga Advokasi dan Rehabilitasi Sosial (LARAS) Foundation.
Berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Kuaro, seminar dihadiri Kepala BNN Kaltim yang diwakili Masrudi, Kasat Reskoba Polres Paser AKP Ahmad Tonangi, Camat Kuaro Ahmad Reyad, Pj Kapolsek Kuaro Ipda Joko, Danramil Kuaro Kapten Seger, Manager CSR PT KJA Suriyanto, LARAS Foundation dan siswa SMA/SMK/MAN Kuaro.
Mewakili Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan, Kasat Reskoba Polres Paser AKP Ahmad Tonangi menyampaikan, bahwa setiap tahunnya kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilkum Polres Paser mengalami peningkatan.
“Untuk 2012 ada 13 kasus narkoba diungkap di Paser, naik menjadi 25 kasus di 2013, naik lagi menjadi 31 kasus di 2014, dan pada 2015 menjadi 56 kasus. Sedangkan 2016, sebanyak 94 kasus dengan 102 tersangka,” ungkap Ahmad Tonangi saat sambutan dihadapan 150 siswa SMA/SMK/MAN di Kuaro.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah telah menyatakan Indonesia Darurat Narkoba. Dan dari 33 provinsi, Kaltim berada di peringkat ketiga. Oleh sebab itu, Kapolda Kaltim pun menginstruksikan seluruh Polres di Wilkum Polda Kaltim untuk memerangi narkoba.
“Dalam sepekan, setiap Polres berkewajiban untuk mengungkap 4 kasus, kecuali Samarinda, Balikpapan dan Kukar yang harus 7 kasus. Ini adalah perintah langsung Pak Kapolda,” ucap Maton yang menjabat Kasat Reskoba Paser sejak Maret 2014 lalu.
Dikatakan, meskipun dirasa cukup berat, pihaknya dengan segenap daya dan upaya bekerja keras untuk mengungkap peredaran narkoba di Wilkum Paser. Alhasil, pihaknya pun pernah menembus target Kapolda Kaltim. Yakni, pengungkapan sebanyak 7 kasus dalam sepekan.
“Dengan berada di posisi ketiga kasus penyalahgunaan narkoba, tidak mungkin ada kabupaten/kota yang zero peredaran narkoba di wilkum Kaltim. Dan Alhamdulillah, kerja keras kami mendapat apresiasi dari Pak Kapolres, yakni sebuah laptop sebagai reward atas terlampauinya target pengungkapan kasus Polres Paser dalam sepekan,” pungkasnya. (sur)