Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> KNPI Ancam Tutup Alur Kapal Tanker
IKON WISATA : Beras Basah selama ini telah menjadi salah satu ikon wisata Bontang. Banyak pihak menyayangkan jika kawasan ini nantinya benar-benar ditutup
IKON WISATA : Beras Basah selama ini telah menjadi salah satu ikon wisata Bontang. Banyak pihak menyayangkan jika kawasan ini nantinya benar-benar ditutup

KNPI Ancam Tutup Alur Kapal Tanker

Bentuk Penolakan Wacana Penutupan Beras Basah

BONTANG – Wacana penutupan pulau Beras Basah mendapat penolakan dari DPD II KNPI Bontang. Dalih menjadikan ikon wisata pasir putih itu sebagai kawasan terbatas karena mengganggu alur navigasi kapal tanker dianggap tidak masuk akal.
Pasalnya, puluhan tahun Badak LNG beroperasi, belum ada insiden bersentuhannya kapal nelayan dengan kapal tanker milik perusahaan pengolah gas alam cair tersebut. Hal itu membuat alasan itu terkesan mengada-ada.
“Saya curiga ada pengalihan isu terkait penutupan ini,” ujar Ketua DPD II KNPI Abdul Rasyid.
Wujud penolakan, ia bakal menggelar kegiatan serupa seperti polemik NPK Cluster. Rasyid bakal menggalang kekuatan dengan sejumlah elemen masyarakat, terlebih yang menggantungkan hidupnya dari salah satu destinasi wisata tersebut.
“Saat mulai mencuat 3 bulan yang lalu, kami sudah roadshow ke Sahbandar menyuarakan penolakan ini. Bahkan kami berencana memblokir alur pelayaran kapal. Kami juga akan buang jangkar dan mengadakan aksi di Beras Basah,” pungkasnya.
Sepanjang Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Pertamina tidak mampu memberikan opsi alternatif, selama itu pula, lanjutnya, KNPI menolak wacana penutupan pulau Beras Basah.
Sementara, Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL) menduga, DPRD dan Pemkot terkesan main mata memuluskan wacana penutupan ikon wisata Pulau Beras Basah. Dugaan itu muncul lantaran wakil rakyat Bontang tak kunjung menepati janjinya mempertemukan para motoris kapal ini dengan Badak LNG serta Pemkot Bontang.
“Wajar saja kami mengatakan main mata. Harusnya DPRD merealisasikan janjinya. Ini sudah 2 bulan kami tunggu, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasannya. Dari pada terjadi polemik di media, enggak ada ujungnya, kok enggak dipertemukan saja, ini ada apa?” ujar Ketua AJTPWL Bilhogen.
Selama para legislator tak memenuhi janjinya, Bilhogen memastikan gejolak penutupan pulau pasir putih ini bakal terus bergulir. Sebab, kata dia, ini urusan piring nasi banyak orang. Walaupun ditukar dengan Pulau Segajah atau alun-alun, tetap tidak akan menyelesaikan masalah. (ram914)