KONI Kaltim Sepakat PB Cabor Seleksi Ulang

0
18
Rusuh : Cabor gulat PON Jabar kemarin diwarnai kerusuhan yang mengakibatkan salah seorang pelatih berurusan dengan aparat hukum.

Hasil PON Jabar Jangan Jadikan Acuan Formasi Timnas di SEA Games

SAMARINDA – Banyaknya protes dan kejadian selama gelaran PON XIX 2016 Jabar mencerminkan pelaksanaan bidang pertandingan tercoreng. Sejumlah cabang olahraga protes bahkan ada yang melakukan aksi boikot tidak bertanding karena dibuat geram oleh ulah wasit/juri yang dituding memihak atlet tuan rumah. Atas kejadian itulah, PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) akan menggelar seleksi ulang atlet untuk persiapan SEA Games juga ASEAN Games.
Atas inisiasi IKASI itulah, KONI Kaltim tak menolak jika PB cabor menjalankan seleksi serupa. Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya menyatakan hasil PON Jabar tidak bisa seluruhnya dijadikan acuan karena hasilnya tidak mencerminkan atlet yang berkualitas.
“Semua juga tahu kalau saat pertandingan banyak yang tidak berjalan sesuai aturan, juri/wasit membela tuan rumah, kalau sudah seperti ini juara di PON tidak bisa dijadikan acuan,” kata Zuhdi Yahya.
Selama pelaksanaan PON, kontingen Kaltim beberapa kali menjumpai perilaku wasit/juri yang condong kepada atlet tuan rumah. Misalnya, cabor tinju dan gulat.
Saat pertandingan, tinju Kaltim sangat dirugikan dengan perhitungan poin oleh wasit/juri. Kaltim yang seharusnya bisa menang ternyata harus kalah.
Begitu pula di cabor gulat. Kerusuhan terjadi di arena karena pelatih dibuat geram oleh wasit. Akibatnya, seorang pelatih harus berurusan dengan aparat hukum karena melakukanprotes yang dianggap berlebihan.
Di luar kontingen Kaltim, sebanyak 23 KONI tingkat provinsi sempat membentuk kaukus KONI daerah. Mereka membuat petisi atas penyelenggaraan PON Jabar yang dinilai tidak berjalan maksimal. Keberpihakan terhadp tuan rumah sangat mencolok. Mereka meminta kepada KONI Pusat untuk menggelar PON yang lebih mengedapankan kualitas. (fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here