Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> KONI Tak Ingin Seperti PON Jabar

KONI Tak Ingin Seperti PON Jabar

Jadi Tuan Rumah yang Baik, Junjung Tinggi Sportivitas

SAMARINDA – Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya menekankan pentingnya menjadi tuan rumah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas pada BIMP-EAGA. Dia menyebutkan dalam gelaran olahraga internasional akan digelar 6-12 Desember di Samarinda, tuan rumah ingin mencapai sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
Zuhdi menyampaikan BIMP -EAGA ini merupakan pertandingan persahabatan yang melibatkan sejumlah negara tetangga, Brunei Darussalan, Indonesia, Malaysia dan Filipina dan Australia. Zuhdi mengungkapkan selain prestasi, kejuaraan ini lebih menekankan jalinan silaturahmi. Bumi Etam kata dia harus menjadi tuan rumah yang baik, sehingga pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan prestasi atlet.
“Artinya bukan seperti PON Jabar yang tidak menjunjung sportivitas olahraga, kami ingin suskses penyelenggaraan dan sukses prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas kebersamaan dan persahabatan antarnegara,” kata Zuhdi Yahya.
Zuhdi tak mematok target dalam gelaran kali ini. Ia hanya meminta kontingen Kaltim tampil maksimal mencapai prestasi terbaiknya. Berbeda jika dari tuan rumah yang menentukan cabang olahraga yang dipertandingkan, sehingga untuk target bisa untuk di prediksi.
Gelaran persahabatan BIMP-EAGA, sebelumnya KONI pernah mengusulkan untuk cabor yang dipertandingkan tetapi, tidak disetujui. “Kalau target kami akan tampil semaksimal mungkin, ya walaupun memang ini pertandingan persahabatan, ya syukur-syukur bisa menjadi juara umum alhamdulillah artinya prestasi atlet di Kaltim ini sudah mulai meningkat terutama untuk yang juniornya,” katanya.
Lebih lanjut kata Zuhdi mengungkapkan dari 12 cabor yang dipertandingkan, setidaknya dapat menambah jam terbang atlet usia muda Benua Etam. Menurutnya para atlet belia ini nantinya akan menjadi cikal bakal atlet yang dipersiapkan mengikuti ajang yang lebih tinggi.
“Para atlet Kaltim usianya masih relatif muda, usia 21 tahun ke bawah, ini bisa menambah pengalaman mereka, karena mereka akan berhadapan dengan negara-negara di Asia termasuk Australia, bisa dipersiapkan untuk mengikuti sehingga even yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (rgn)