Kos-Kosan Malah jadi Guest House

0
148
HARUS DITINDAK: Salah satu guest house di Jl A Yani yang sebenarnya berizin kos-kosan namun beralih fungsi jadi penginapan dengan harga murah.

Perda Belum Jelas, Mengurangi Jumlah Hunian Hotel

SAMARINDA – Belum adanya payung hukum yang mengatur tentang rumah kos-kosan dan guest house (rumah penginapan) juga home stay atau rumah tempat tinggal sementara membuat hampir disetiap titik jalan di Kota Tepian bermunculan beberapa tempat layaknya hotel dengan harga yang lebih rendah. Tak jarang tempat penginapan ini justru dijadikan disalah gunakan jadi tempat mengkonsumsi narkoba bahkan kegiatan prostitusi.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III Adhigustiawarman mengatakan, saat ini pemerintah kota belum bisa berbuat banyak karena belum ada diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) mengenai pembangunan guest house dan home stay tersebut.
“Kami pun sempat melakukan sidak (inspeksi mendadak) di beberapa guest house dan hasilnya memang ada beberapa guest house yang tidak sesuai dengan perizinannya. Kami pun meminta kepada pemilik guest house untuk tidak beroperasi dulu hingga perizinannya selesai diproses,” papar Adhigustiawarman.
Sidak sudah dilakukan wakil rakyat diantaranya untuk guest house yang berada di Jl Mulawarman yang hanya memiliki izin mendirikan banguna ruko. Selain itu ada juga guest house yang baru saja beroperasi di Jl Ahmad Yani, yang hanya memiliki izin mendirikan kos kosan. “Seharusnya perizinan yang seperti ini juga diatur sebab dikhawatirkan jumlah hunian hotel berkurang dengan meledaknya pertumbuhan guest house. Apalagi harganya pun jauh lebih murah dibandingkan hotel,” jelasnya.
Selama ini, penghasilan dari guset house memang belum diatur dalam peraturan pemerintah, sehingga tak heran jika harganya jauh lebih murah dari harga hotel karena sudah dihitung dengan tambahan pajak untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terpisah salah satu pemilik guest house Kemuning di Jl Ahmad Yani Syahran mengakui saat ini ia hanya mengantongi izin mendirikan kos-kosan. “Memang baru saja kami buka, izin untuk pendirian guset house saat ini telah kami urus tapi petugas perizinan mengatakan saat ini belum selesai pembuatan perdanya. Yang pasti kami siap mengikuti jika memang harus membayar pajak,” ujar Syahran pemilik guest house 18 kamar tersebut. (ms315)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here