Home >> Politik >> KPU Kutim Gelar Pendidikan Pemilih

KPU Kutim Gelar Pendidikan Pemilih

Sasar Pemula Digelar Serentak di 18 Kecamatan

SANGATTA – KPU Kabupaten Kutim menjadwalkan gelar pendidikan pemilih serentak di 18 kecamatan, 10-17 Desember 2016. Para pemilih pemula ini menjadi saasarn didik takl lain untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula menggunakan hak pilihnya di Pilgub Kaltim 2018.
Ketua Divisi Peningkatan SDM, Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat di KPU Kutim, Sayuti Ibrahim men-jelaskan pendidikan pemilih nantinya menyasar siswa SMA atau sederajat agar terdorong kesadaran menjadi pemilih rasional dengan menanam-kan nilai-nilai demokrasi.
“Pendidikan pemilih menjadi jantung penyelenggaraan pemilu menciptakan pemilih rasional, pemilih yang menentukan pilihannya bukan karena adanya tekanan, maupun politik uang, melainkan memilih karena visi, misi, kredibilitas partai politik maupun calon akan dipilihnya,” kata Sayuti Ibrahim, Selasa (22/11).
Program pendidikan pemilih didesain untuk menjawab tantangan dan persoalan dari gelaran pemilu ke pemilu, khususnya belum maksimalnya partisipasi. Pendidikan pemilih harus memberikan informasi dan pemahaman bahwa pemilu tak sekedar datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Lebih dari itu, sebagai warga negara pemilih juga memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya untuk menjadi peserta pemilu.
Pendidikan pemilih dan sosialisasi pemilu tidak hanya sebatas meningkat-kan partisipasi pemilih semata, tapi perlu menum-buhkan pemahaman bahwa proses politik merupakan kegiatan yang berguna bagi masyarakat.
Terpenting lagi, tujuan pendidikan pemilih untuk memberdayakan pemilih agar tidak sekadar menjadi obyek yang mudah dimanipulasi dan dimobilisasi. Seharusnya pemilih menjadi subyek yang berperan aktif meningkatkan kualitas penyelenggaraan proses pemilu dan demokrasi.
Salah satu kegiatan pendidikan pemilih adalah program ‘KPU Kutim Road to School’ yang berlangsung di aula SMA Negeri 1 Sangatta Utara, Senin (21/11). Acara ini diikuti 180 siswa kelas 12. Sebagai pemateri, Sayuti Ibrahim yang membawakan tema “Menjadi Pemilih Rasional”.
“Cermati juga track record para kandidat. Setelah itu, silakan gunakan hak pilihnya di TPS. Jadi jangan memilih calon hanya karena adanya iming-iming politik uang, termasuk paket sembako dengan stiker ber-gambar pasangan calon,” tegasnya di hadapan ratusan pelajar.
Jumlah pemilih pemula di pemilu cukup potensial berkisar antara 15 hingga 20 persen dari total jumlah pemilih. Jumlah yang sangat besar jika hak pilih pemilih pemula tak digunakan. (mc/kpu-kutim)