Published On: Kam, Mei 16th, 2013

KPU Segera Mutahirkan Data Pemilih Pilgub dan Pileg

PENAJAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam waktu segera menjadwalkan pemutahiran data pemilih untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim serta Pemilihan Umum Legislatif (Pileg).
Hal ini diungkapkan Ketua KPU PPU Andi Arfin kepada wartawan di sela-sela bimbingan teknis (Bimtek) dalam rangka pemutahiran data pemilih Pilgub dan Pileg yang diikuti anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se PPU, Kamis (16/5).
Dijelaskannya, Bimtek ini dalam rangka pemutahiran Pilgub dan Pileg, dilaksanakan agar PPS dan PPK bisa lebih memahami teknis pemutahiran data pemilih yang dasarnya berasal dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Selain membicarakan masalah pemutahiran data, lanjutnya, pihaknya juga membicarakan beberapa hal penting, sebab pemutahiran data pemilih Pilgub dan Pileg hampir bersamaan pelaksanaannya, sehingga perlu ada koordinasi antara  PPK dan PPS yang juga bertugas pada pelaksanaan Pemilukada, Pilgub dan Pileg nanti.
Untuk diketahui, berdasarkan data pemilih yang asalnya dari DP4 untuk Pilgub dan Pileg tahun 2014 mencapai 117.997 orang dari total penduduk PPU 174.120 jiwa tersebar di 54 desa dan kelurahan pada empat kecamatan se kabupaten.
Sementara untuk jumlah DPT Pemilukada sebanyak  117.856 pemilih, sehingga terjadi peningkatakn pemilih saat Pilgub dan Pileg sejumlah 141 pemilih. Hal itu disebabkan adanya penambahan pendudukan yang berusia 17 tahun sehingga telah mempunyai hak pilih.
Menurutnya, sebenarnya pemutahiran data Pilgub dan Pileg harus dilaksanakan sendiri, namun karena data pemilih telah tersedia, maka tinggal dilakukan pemaduan saja. Selain itu,  DPT Pemilukada telah dimiliki, namun apabila terjadi kekurangan atau kesalahan tinggal dilakukan perbaikan.
“Ada perbedaan mendasar dalam data pemilih Pemilukada dimana masih menggunakan dasar Nomor Induk Kependudukan (NIK) sedangkan data pemilih dalam Pilgub dan Pileg menggunakan data Kartu Keluarga (KK). Sebetulnya dengan dasar NIK menjadi kendala dalam pendataan, tetapi apabila menggunakan KK, maka semua nama anggota keluarga dapat diketahui,” jelasnya.
Terkait dengan jumlah dukungan calon perseorangan, ungkapnya, berdasarkan data yang diterima pihaknya dari KPU Provinsi terdapat 16 ribu dukungan yang diakui milik pasangan bakal Cagub-Cawagub dari jalur independen, Imdaad Hamid – Ipong Muchlissoni berada di Kecamatan Penajam dan Sepaku.
“Untuk di kecamatan Penajam dukungan berasal dari dua kelurahan, yakni Kelurahan Penajam dan Buluminung sementara di Kecamatan Sepaku terdapat di  tujuh kelurahan dengan total dukungan sebanyak 16 ribu orang. Namun, menurut kami tidak sesuai dengan konidis riil di lapangan banyaknya jumlah dukungan tersebut,” ujarnya.
Ia mencontohkan, ada satu kelurahan jumlah penduduknya tidak sampai 3 ribu, ternyata dalam dukungan yang disampaikan jumlahnya lebih dari 3 ribu. Begitu pula dengan beberapa wilayah lainnya, jadi kemungkinan dari jumlah 16 ribu terjadi penyusutan jumlah dukungan. (nav)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web