Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Kukar Paling Siap di Kaltim
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Kukar Paling Siap di Kaltim

Alihkan Wewenang SMA/Sederajat ke Provinsi

TENGGARONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara me-negaskan kesiapannya melim-pahkan kewenangan SMA/SMK ke Disdik Provinsi Kaltim, sebagai akibat berlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Kepastian ini diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Disdik Kukar dan Disdik Provinsi Kaltim, di Kantor Disdik Kukar, Jl Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kamis (6/10) lalu.
Dari rakor tersebut, akhirnya beberapa permasalahan yang mengemuka dan dianggap penting. Itu antaranya seperti tenaga honorer, baik guru maupun tenaga ad-ministrasi diakomodir Disdik provinsi. Insentif guru untuk PNS sebesar Rp5 juta sedangkan tenaga honorer sebesar Rp4 juta.
Sementara untuk SMAN 3 Unggulan mendapatkan penan-ganan berbeda, yakni melalui UPT Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLP). Pembangunan SMAN 1 Tenggarong yang mangkrak harus diprioritaskan.
“Pemkab Kukar tetap memberikan dana pendamping ke SMA/SMK atau Boskab tidak dihapus. Kami juga meminta terhadap para guru baik SMA maupun SMK untuk tidak perlu risau terkait isu mutasi yang berkembang belakangan ini,” kata Kabid Pendidikan Menengah, Tulus Sutopo.
Kesiapan Kukar untuk men-jalankan amanat UU 23/2014 tersebut sudah tidak diragukan lagi. Menurut Tulus, Kukar saat ini merupakan kabupaten yang paling siap dari daerah lainnya di Kaltim.
“Kukar sudah siap melimpahkan kewenangan untuk SMA/SMK ke Disdik provinsi. Bahkan Kukar adalah daerah yang paling siap dari kabupaten/kota lainnya di Kaltim ini,” tegas Tulus.
Namun, Tulus berharap agar kewenangan tersebut baiknya dikembalikan saja ke Disdik kabupaten/kota, dengan berbagai alasan tentunya. Salah satunya mengenai pelayanan peserta didik kini menjadi lebih jauh, karena sebelumnya ditangani Disdik Kukar.
“Kalau boleh memilih, kewe-nangan itu baiknya dikembalikan saja ke kabupaten. Namun kami masih menunggu “ ujar Tulus.
Disdik Kukar, lanjut Tulus, masih menunggu keputusan yang berkekuatan hukum terkait gugatan UU tersebut di Mahkamah Kon-stitusi. (ale)