Home >> Politik >> Kurang Sosialiasi, Kaltara Cerdas Tak Maksimal
BEASISWA: Launching program Kaltara Cerdas yang diluncurkan langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy beberapa bulan lalu. (FOTO: Rizqy/Koran Kaltara)
BEASISWA: Launching program Kaltara Cerdas yang diluncurkan langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy beberapa bulan lalu. (FOTO: Rizqy/Koran Kaltara)

Kurang Sosialiasi, Kaltara Cerdas Tak Maksimal

TANJUNG SELOR – Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltara, Asnawi Arbain menyayangkan serapan anggaran sektor pendidikan di provinsinya kurang maksimal. Salah satu kegiatan pendidikan yang dijalankan adalah program dari Dewan Pendidikan Kaltara ‘Kaltara Cerdas’ yang sampai saat ini belum maksimal untuk menggunakan anggarannya.
Alokasi anggaran pendidikan di Kaltara dialokasikan 20 persen dari APBD 2016 dinilai Asnawi Arbain belum optimal. Padahal program Kaltara Cerdas sudah memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan tak mampu.
Asnawi menilai program tersebut tak menyerap maksimal anggaran yang sudah dialokasikan. Di mana anggaran untuk program Kaltara Cerdas yang dialokasikan Rp12 miliar, masih menyisakan Rp 4 miliar.
“Kami belum tahu pasti apa penyebabnya kenapa tidak terserap seratus persen. Makanya kami akan meminta penjelasan dari instansi terkait,” ujarnya.
Dijelaskan politisi PAN ini, program Kaltara Cerdas adalah bantuan beasiswa kepada putra-putri Kaltara melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semakin banyak mahasiswa yang menerima beasiswa semakin besar peran pemerintah membantu generasi penerus di Kaltara untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke bangku perkuliahan.
“Jangan sampai ada anak-anak kita di Kaltara ini putus kuliah gara-gara tidak ada biayanya. Tentu semua pihak bertanggungjawab atas hal itu terutama pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya sosialisasi terhadap program Kaltara Cerdas masih belum maksimal, sehingga banyak mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Kaltara terlambat mendapatkan bantuan pendidikan. Oleh sebab iu, kata dia perlu dilakukan evaluasi.
“Makanya perlu ada evaluasi. Apakah dari database yang diperbaiki atau persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) terlalu tinggi,” ujarnya.
Dewan kata dia juga perlu mendorong Pemprov Kaltara agar semakin meningkatkan mutu pendidikan. Terutama, kata dia peningkatan kualitas tenaga pengajar dengan menyekolahkan ke luar negeri agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di Kaltara. (zz)