Home >> Gaya hidup >> Kusta Bukan Kutukan, Jangan Jauhi Penderitanya

Kusta Bukan Kutukan, Jangan Jauhi Penderitanya

TIDAK sedikit dahulu masyarakat menganggap kusta sebagai penyakit kutukan, keturunan, guna – guna atau bahkan dianggap penyakit yang tak bisa disembuhkan. Paradigma ini coba diubah oleh Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara.
Pengelola P2PL Rahmat menjelaskan bahwa penyakit kusta ini disebabkan oleh bakteri kusta (Mycobacterium Leprae).
“Penyakit kusta itu sebenarnya disebabkan bakteri kusta tapi banyak orang mengatakan bahwa kusta disebabkan guna – guna, keturunan atau kutukan. Bakteri yang menyebabkan kusta sendiri masih berkerabat dengan bakteri tuberkulosis,” kata Rahmat, saat berbincang, Kamis (1/12).
Diterangkan Rahmat, bakteri kusta ini sangat menular, karena bisa ditularkan lewat pernafasan. “Bakteri kusta ini menular lewat pernafasan tapi itu kalau tingkat infeksinya cukup kecil,” ujarnya.
Dia menerangkan, cuma 5 persen dari bakteri yang ditularkan oleh penderita kusta, yang mampu hidup di tubuh manusia. “Jadi jika ada 100 bakteri yang dikeluarkan oleh penderita kusta, cuma lima yang mampu masuk ke tubuh manusia, dan tiga diantaranya akan dibasmi oleh sistem imun tubuh. Dua bakteri sisanya itulah yang bisa membuat manusia terinfeksi kusta,” tambah Rahmat.
Penyakit kusta sendiri dipisahkan menjadi dua jenis yaitu Pausi Basiler atau kusta kering, dan Multi Basiler yang biasa disebut kusta basah. Perbedaan antara keduanya adalah tanda yang ditimbulkan. Pada kusta kering, ada 1 sampai 5 bercak putih seperti panu di anggota badan . Sementara itu, untuk kusta basah memiliki tanda 5 atau lebih bercak putih kemerahan menyerupai kadas.
Rahmat mengimbau, jika ada keluarga, teman, tetangga yang ditemukan atau diperkirakan mengidap kusta, sebaiknya jangan dihindari atau dibiarkan. Bawa si pengidap ke fasilitas kesehatan terdekat karena sudah ada obat untuk kusta. “Untuk kusta kering, pengobatannya selama enam bulan. Untuk kusta basah, pengobatannya selama 12 bulan,” ucapnya. (ted1116)