Published On: Ming, Mei 5th, 2013

Lahan Sengketa Masuk Wilayah Kutim

TENGGARONG – Sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) dengan perusahaan tambang PT Indominco sepertinya masih bakal panjang. Hal ini karena status wilayah sengketa yang ternyata masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Jika masalah penyerobotan dan pengrusakan tanam tumbuh yang diadukan masyarakat ini sebelumnya ditangani pemerintah Kecamatan Marangkayu, saat ini kasus tersebut diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) (Kutim). Lokasi sengketa berada di lahan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) yang masuk di Kecamatan Teluk Pandan, Kutim.
“Sebenarnya sengketa antara masyarakat kami (Desa Santan Ulu, Red) dengan PT Indominco sudah ditangani maksimal dan kami sudah mensurvey lokasi, namun karena lahan sengketa masuk di Teluk Pandan, maka kasus ini diserahkan ke Pemerintah Kutim,” ujar Camat Marangkayu, Rekson Simanjuntak.
Ia mengatakan, dari hasil survei tim yang dilaksanakan beberapa waktu lalu memang sesuai  dengan laporan masyarakat Desa Santan Ulu. Tim menemukan ada pengrusakan lahan yang digarap masyarakat dan tanam tumbuh oleh perusahaan.
“Kami sudah mengarahkan kasus ini ke Pemkab Kutim, namun untuk perkembangannya itu yang tidak kami ketahui dan polemik masyarakat dengan PT Indominco juga berlarut,” tuturnya kepada Koran Kaltim, kemarin (5/5).
Bahkan, masalah ini sudah diadukan  Warga Desa Santan Ulu dan ditangani Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Senin, 15 April silam, warga menyambangi kantor BLH untuk menagih janji terkait rencana peninjauan lokasi sengketa antara warga petani Santan Ulu dengan perusahaan tambang batu bara, PT Indominco. “Katanya akan diusahakan awal bulan ini (April, Red), tetapi sampai saat ini belum juga ada peninjauan,” kata koordinator kelompok tani Santan Ulu, Fitriansyah.
Delapan orang perwakilan petani yang datang diterima Staf Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan BLH Kaltim, Fajri. Kepala BLH Kaltim Riza Indra Riadi sedang mengikuti rapat di luar kantor.
Fajri menjelaskan penyebab belum ditinjaunya lahan tersebut dikare-nakan sang bos, Riza, masih sibuk dengan urusan dinas. “Masalah ini akan saya sampaikan ke kepala (Riza, red) jika nanti sudah kembali, semoga secepatnya ada instruksi untuk melakukan tinjauan,” papar Fajri.
Fitriansyah mengungkapkan,  penyelesaian masalah lahan tersebut perlu segera dilakukan mengingat dari hari ke hari suasana tidak kondusif sering kali terjadi di area lahan sengketa.
“Jika hal ini terlambat ditindak lanjuti, kami khawatir akan kembali terjadi bentrok antara warga dan pihak perusahaan, dan jangan sampai menelan korban, kami hanya berusaha mempertahankan apa yang kami miliki dan akan terus melawan jika kami ditindas,” ungkap Fitriansyah.
Konflik antara petani Santan Ulu dengan  perusahaan Indominco tersebut telah berlangsung cukup lama. Sejak bulan Juli 2012. Berbagai langkah penyelesaian pun telah diupayakan para petani di desa tersebut. “Masalah ini telah ditangani DPRD Kukar selanjutnya ke Bupati Kukar, BLH Kukar dan sekarang dilimpahkan ke BLH Provinsi, namun tidak ada penyelesaian,” paparnya.
Menurutnya, konflik antar warga sudah sering terjadi. Pemicu konflik pertama dikerenakan pencabutan tanaman dan pembakaran gubuk milik petani yang diduga dilakukan pihak Indominco. Bahkan, perusa-haan dengan petani sudah berhadap-hadapan menggunakan parang.
Fitriansyah menambahkan, sampai saat ini sudah sekitar satu hektare lahan warga diambil PT Indominco.
Selain meminta peninjauan disegerakan, warga juga melaporkan adanya pencabutan plang milik kelompok tani yang terjadi beberapa hari lalu. Diduga pencabutan ini lagi-lagi dilakukan pihak Indominco. “Yang bisa masuk ke lahan tersebut cuma Indominco dan di situ ada tanda ban mobil, jika begini terus saling gesek jika dibiarkan akan terjadi konflik,” tandasnya.(ami)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web