Home >> Hukum & Kriminal >> Laika, Anjing Pelacak Seharga Rp160 Juta Mati

Laika, Anjing Pelacak Seharga Rp160 Juta Mati

Pernah Membantu Pencarian Pelaku Pembunuhan di Jalan Jakarta

SAMARINDA – Polresta Samarinda kehilangan salah satu anjing pelacak atau K9 yang selama ini cukup berjasa membantu kerja polisi dalam melakukan pencarian pelaku kejaha-tan atau mengamankan unjuk rasa.
Namanya Laika, anjing kelahiran Belgia tahun 2014 lalu, menghem-buskan nafas terakhirnya, Selasa (22/11).
Menurut Kanit K9 Polresta Sa-marinda Ipda I Putu Danayasa, awalnya Laika terus-terusan menggonggong dan tiba-tiba diam kemudian mulutnya berbuih. “Dilihat mulutnya berbuih, langsung d-pindahkan oleh pawangnya dan dibawa ke doker hewan,” ujarnya.
Laika sempat mendapatkan per-tolongan medis sebelum akhirnya mati. “Sempat disuntik dokter dan dibiarkan sekitar 10 menit, saat akan dilakukan tindakan pengobatan lagi, dia sudah mati,” paparnya.
Dari keterangan dokter hewan, kata Putu, diduga Laika mengalami keracunan. “Kalau tidak keracunan, dia alergi. Juga mengalami semacam asam lambung,” lanjutnya.
Untuk mengusut penyebab kematiannya, anjing jenis Belgia Malinois itu diotopsi. “Saat dilakukan otopsi, baru diketahui ternyata lambungnya bocor,” ujarnya.
Anjing seharga Rp160 juta itu dikubur di sekitar asrama polisi KM 4 Loa Janan. Menurut Putu, selama ini, Laika hanya memakan makanan yang diperoleh langsung dari Mabes Polri untuk anjing pelacak. “Maka-nannya snack khusus dari mabes,” katanya.
Laika sudah bertugas di Polresta Samarinda sejak Juni lalu. Polisi pun cukup terbantu dengan kehadiran anjing pelacak berjenis kelamin betina itu. Beberapa tugas yang pernah dikerjakan Laika yakni diturunkan saat melakukan pencarian terhadap tersangka pembunuhan di Jalan Jakarta bernama Syahrifuddin Noor alias Udin (32).
Pengamanan rekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Slamet Ryadi. Membantu polisi melakukan pen-carian terhadap tahanan BNNP Kaltim yang melarikan diri. “Terakhir dia diturunkan saat pengamanan demo penolakan pabrik semen di depan Kantor Gubernur. Dia memang anjing khusus untuk penanganan unjuk-rasa,” beber Putu. (dor)