Lambat Serahkan SOTK, Sanksi Menanti


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:00:23
SAMARINDA – Meski beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah dilantik namun beberapa diantaranya belum juga menyerahkan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Menanggapi hal ini Walikota Syaharie Jaang melalui Penjabat (Pj) Sekkot Samarinda Hermanto kembali memberikan teguran berupa surat edaran kepada seluruh SKPD agar segera menyerahkan SOTK secepatnya.

“Kami beri deadline pertengahan bulan ini harus selesai, kalau tidak akan ada kena sanksi dan akan berpengaruh pada jabatan kepala SKPD. Siapapun yang lambat akan ketinggalan kapal, untuk saya kembali mengingatkan agar seluruh kepala SKPD bisa menjalankan tupoksinya dengan baik jangan tunggu arahan dari Walikota terus, itu tandanya tidak punya inovasi,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, beberapa kepala SKPD yang terkena mutasi mengaku belum memilik perencanaan karena baru menduduki jabatan tersebut. “Kalau mereka sudah dimutasi namun tetap juga tidak berinovasi, bisa saja kepala SKPD itu turun dari jabatannya namun tetap memilik jabatan lain, atau bisa juga tidak memiliki jabatan,” terangnya.

Padahal akhir bulan ini Pemkot Samarinda wajib menyerahkan draft Peraturan Walikota (Perwali) tentang struktur organisasi barunya. Hal ini diungkapkan oleh Kabag Organisasi Siami Misnan. “Seharusnya seluruh SKPD sudah memilik tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. Namun dari 32 SKPD yang baru selesai hanya lima SKPD dua diantaranya yaitu bagian Dishub (Dinas Perhubungan) dan BLH (Badan Lingkungan Hidup) yang nantinya akan menjadi Dinas,” ujar Siami.

“Kalau tidak selesai akhir bulan ini kami juga terlambat membahas RAPBD (Rancangan Anggaran Belanja Pendapatan Daerah) untuk tahun anggaran 2017. Namun kemungkinan besar kami tidak ada pengurangan tenaga kerja setelah perubahan struktur organisasi itu, hanya saja ada beberapa SKPD yang dikurangi dan ada juga yang baru,” pungkas Siami. (ms315)

baca LAINNYA