Legitimasi Polri Menurun

0
7
Tito Karnavian

Masih Ada Polisi Korup

JAKARTA – Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengaku tak puas dengan program 100 hari pertamanya.  Tito mengatakan program 100 hari seharusnya bisa membuat kepercayaan publik pada Polri meningkat. Dengan begitu, tingkat kriminalitas dapat berkurang.
Namun, 100 hari pertama menjabat sebagai Kapolri, Tito mengaku masih banyak yang harus diperbaiki. Diantaranya, pertama kinerja aparat kepolisian yang yang belum maksimal dan profesional. Kedua, kultur aparat seperti arogansi polisi, budaya koruptif, dan penggunaan kekerasan yang berlebihan. Ketiga, manajemen media yang kurang pas.
“Tiga hal itu yang harus diperbaiki. Jadi perbaikan kinerja sekitar 20 persen dari persepsi publik. Kultur 20 persen, dan di era media saat ini, manajemen media berpartisipasi sekitar 60 pesen,” ujarnya, Selasa (11/10).
Ia pun beranggapan program 100 hari pertamanya menjabat masih belum maksimal. Perubahan dan kepercayaan publik, lanjutnya, baru terjadi pada jajaran elite Polri.
“Secara umum dengan banyak peristiwa yang terjadi, kebijakan ini baru sampai di tingkat middle manager ke atas. Tapi di foot soldier belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga saya lihat kemajuan ada di tingkat manajer ke atas,” ujarnya.
Tito mengaku perlu adanya perbaikan menyeluruh di dalam institusinya. Sebab saat ini kepercayaan publik terhadap Polri masih turun. Bahkan menurut Tito, sejumlah survei menempatkan Polri sebagai lembaga yang kurang dipercaya publik.
“Sama seperti, mohon maaf, DPR dan Kejaksaan. Survei juga menyebut lembaga terkorup,” kata Tito.
“Terlepas benar atau tidak survei itu, ini jadi evaluasi. Legitimasi pada Polri menurun. Kebijakan yang saya ambil, sama-sama kita jalankan. Polri ini harus bisa menaikkan kepercayaan publik,” ucap mantan Kapolda Papua.
Dari segi institusi, menurut Tito, Polri merupakan institusi terbesar setelah TNI. Publik mengharapkan Polri dapat menjadi lembaga penegak hukum yang berkualitas.
“Anggaran juga demikian, hampir Rp 70 triliun. Ini menunjukkan keseriusan, kesungguhan masyarakat agar Polri bisa mengawal reformasi. Tapi apa yang terjadi beberapa waktu terakhir, kepercayaan publik menu-run,” ucap mantan Kepala BNPT ini.
Tito pun berkomitmen selama kepemimpinannya, Polri harus dapat dipercaya publik. Bahkan kepercayaan publik berlanjut pada kepemimpinan Polri ke depan.
“Oleh karena itu saya merumuskan sejumlah paket kebijakan pembangunan Polri. Paket pertama promoter, profesional, modern dan terpercaya,” tandas Tito. (okz/l6c)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here