Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Limbah Galian C Kotori Jalan Durian III
Limbah Lumpur : Lumpur menutupi Jalan Durian III di Kabupaten Berau akibat aktivitas galian C yang tak jauh dari situ. Tampak pula gorong-gorong yang sudah tak berfungsi karena endapan lumpur yang memenuhi saluran pembuangannya.
Limbah Lumpur : Lumpur menutupi Jalan Durian III di Kabupaten Berau akibat aktivitas galian C yang tak jauh dari situ. Tampak pula gorong-gorong yang sudah tak berfungsi karena endapan lumpur yang memenuhi saluran pembuangannya.

Limbah Galian C Kotori Jalan Durian III

Ditinjau Bupati, Segera Dibuatkan Saluran Khusus

TANJUNG REDEB – Warga menge-luhkan kondisi Jalan Durian III yang kotor dengan tanah dampak operasi galian C di sekitarnya. Parah-nya, usai turun hujan, tanah dari situ be-hamburan hingga ke jalan dan meninggalkan lumpur yang cukup tebal dan menutupi badan jalan. Masyarakat khawatir karena tanah ini membahayakan para pengguna jalan.
Warga sekitar mengeluhkan karena kondisi seperti ini selalu terjadi saat hujan turun. Karena tidak adanya penghalang, lumpur limbah dari galian C ini menggenangi jalan. Akibatnya, tanah yang cukup tebal akibat mengendap dan menjadi lumpur kering.
“Kalau basah pastinya licin lewat sini, pernah ada yang terpeleset juga. Tapi kalau kering sama juga, debunya menganggu kita dan orang-orang yang lewat,” jelas Wawan, warga di sekitar Jalan Durian III.
Kondisi ini diperparah karena saluran air di sisi jalan sudah tak berfungsi. Endapan lumpur sudah menutupi salurannya. Bisa diperkirakan, jika hujan turun, lumpur sudah pasti meluber hingga menutupi badan jalan.
“Yang berbahaya kalau malam, karena tidak kelihatan kan. Kita lewat harus hati-hati karena bisa terpeleset,” tambah Isur warga lainnya.
Keluhan warga atas tanah lumpur yang mengendap ini pun langsung mendapat perhatian Bupati Muharram. Laporan yang disampaikan warga segera ditindaklanjuti dengan mengarahkan SKPD terkait untuk mencarikan solusi.
“Dari hasil peninjauan tim di lapangan, bakal dibuatkan saluran khusus pembuangan tanah-tanah ini sehingga tidak sampai turun ke jalanan,” ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Mappasikra Mappaseleng usai meninjau lokasi.
Ia meminta pemilik lahan ataupun pekerjaan galian C segera menyikapi kondisi ini. Jangan sampai masalah ini berlarut terus menerus hingga akhirnya membahayakan dan merusak estetika lingkungan.
Apalagi saat ini Jalan Durian III menjadi jalur utama pengen-dara setelah arus lalu lintas dialihkan akibat runtuhnya jembatan Jalan Bujangga.
“Sebenarnya ini bukan lagi wewe-nang kita karena sudah ditangani provinsi, tapi kita tidak bisa lepas tangan begitu saja karena tanggung jawab moral di masyarakat. Kalau dari pendataan kita sebelumnya, galian C ini pun tidak ada izinnya, jadi bisa saja nantinya diambil tindakan tegas,” pungkas Mappasikra. (sam)