Home >> Samarinda >> LPSK Apresiasi Pemkot Samarinda
PASTIKAN PERLINDUNGAN: Pertemuan LPSK dengan Nusyirwan Ismail (dua dari kiri) kemarin sebagai tindak lanjut insiden bom molotov di Sengkotek.
PASTIKAN PERLINDUNGAN: Pertemuan LPSK dengan Nusyirwan Ismail (dua dari kiri) kemarin sebagai tindak lanjut insiden bom molotov di Sengkotek.

LPSK Apresiasi Pemkot Samarinda

Terkait Perlindungan Korban Bom, Kunjungi Korban di Sengkotek

SAMARINDA – Pasca ledakan bom molotov pada Minggu (13/11) lalu, nama Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ikir kini menjadi perbincangan baik di daerah maupun secara nasional. Terkait hal itu, Kamis (17/11) kemarin Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) dari Jakarta melakukan pertemuan atau audiensi dengan pejabat Pemkot Samarinda di Balai Kota.
“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang melindungi para korban apalgi masih anak-anak. Kami mendukung agar perlindungan terhadap korban ini terus diupayakan agar tidak menimbulkan trauma dan gangguan psikologi saat mereka dewasa nanti,” kata Wakil LPSK Hasto Atmojo Suroyo usai bertemu dengan Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail.
Selama beberapa hari kedepan, ia bersama tiga orang rekannya akan mengunjungi Polresta Samarinda dan Polda Kaltim untuk juga menggelar pertemuan. “Setelah itu kami juga akan menyambangi korban, memastikan apakah bantuan pemerintah daerah benar-benar sesuai untuk mereka. Jika memang diperlukan kami siap membantu mereka agar mendapatkan pelayanan yang baik khususnya bagi anak-anak ini karena diusia anak-anak memang secara psikologinya pasti terguncang,” tuturnya.
LPSK juga akan mencari beberapa jemaat dari Gereja Oikumene yang menjadi saksi terjadinya bom molotov di Sengkotek. “Kami juga harus memastikan apakah saat ini saksi juga dilindungi oleh pemerintah. Namun sejauh ini kami menilai pemerintah daerah sudah cukup tanggap menangani kasus ini. Jadi kami percayakan saja pelayanan ini kepada pemerintah. Jika memang diperlukan kami juga akan menyediakan rumah aman untuk para saksi,” pungkas Hasto.
Nusyirwan ditemua terpisah menerangkan pihaknya sudah mengunjungi korban ledakan bom molotov dan menjamin biaya pengobatan. “Kami sudah menjamin untuk biaya pengobatan para korban, termasuk kendaraan mereka sudah kami tangani untuk diberikan ganti rugi. Dari pihak kepolisian pun tak henti untuk mengusut kasus ini. Kami juga sudah mengundang tokoh agam agar tidak terjadi perpecahan dan kami harapkan situasi masih berjalan kondusif,” jelas Nusyirwan. (ms315)