Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Lagi, Mahasiswa Ditangkap Kasus Narkoba
Ganja: Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah tengah menginterogasi RM, mahasiswa yang ditangkap bersama barang bukti berupa sepaket daun ganja kering. RM mengaku hanya kurir dan menerima upah untuk setiap barang yang diambilnya.

Lagi, Mahasiswa Ditangkap Kasus Narkoba

Mengaku Hanya Kurir, Terima Upah Rp200.000

SAMARINDA – Satuan Resnarkoba Polresta Samarida menangkap seorang mahasiswa yang diduga menjadi pengedar narkotika jenis ganja. Tersangka berinisial RM (29) ditangkap ditempat tinggalnya Jalan Pramuka 5B, Samarinda Utara.
Informasi yang dihimpun media ini, RM kedapatan penyimpan sebungkus daun ganja kering seberat 10,18 gram yang diduga akan diedarkan.
Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah mengatakan RM dibekuk, Senin (3/10).
“Saat ditangkap, dia langsung mengakui sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Samarinda,” ujar Belny.
Dengan barang bukti daun ganja kering yang dibungkus plastik bening itu, RM dibawa ke Mapolresta Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Belny menuturkan, polisi menyelidiki untuk mengungkap peredaran daun haram itu akan jual ke sesama mahasiswa atau masyarakat umum.
“Dia memang tinggal dilingkungan yang tidak jauh dari kampus, namun kami masih perlu waktu pengem-bangan,” ujarnya.
Belny mengaku telah mengantongi identitas pemasok daun ganja kering itu kepada RM, namun belum berhasil ditangkap.
“Kalau yang diatasnya (bandar) itu bukan mahasiswa, yang dibawahnya (pengguna) itu masih kami selidiki,” tandasnya.
Dihadapan polisi, RM membantah menggunakan ganja atau pun sabu-sabu. “Belum ada hasil untuk tes urin karena baru ditangkap,” terang Belny.
Sementara itu, ditemui di Polresta Samarinda RM mengaku hanya diupah oleh seseorang untuk mengambilkan ganja kering tersebut. “Saya dijanji akan dikasih Rp200 ribu, tapi belum sempat dikasih,” pungkas mahasiswa angkatan 2005 itu.
Pria bertubuh cungkring itu sudah dua kali mendapat perintah seorang rekannya untuk membeli ganja dan diberi upah. Mengenai statusnya dikampus, RM mengatakan ia mengam-bil cuti sejak 2010 karena kekurangan biaya. “Mungkin saya sudah di Drop Out (DO),” paparnya. (dor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*