Mahasiswa Untag Blokir Jalan M Yamin


korankaltim
korankaltim
2016-10-12 05:00:43
Tuntut Transparansi Hasil Audit BPK Kaltim



SAMARINDA – Puluhan mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Samarinda mendatangi kantor perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Jalan M Yamin, Samarinda. Aksi unjukrasa digelar Selasa (11/10) siang itu menuntut transparansi hasil audit dilakukan lembaga negara, dan meminta pelibatan unsur perwakilan kampus di Kaltim. Aksi tersebut memboyong kain rentang bertulis “Untag Menagih Transparansi Hasil Audit BPK Melibatkan Aktivis Kampus”. Bahkan, aksi yang disertai orasi tersebut berujung pada blokir ruas jalan protokol tersebut. Otomatis, arus lalu lintas macet total.

Puluhan personel polisi mengawal ketat aksi mahasiswa dengan almamater merah marun tersebut. “Kami tagih janji dari aksi kami sebelumnya, soal transparansi. Sebelumnya kami dijanjikan data hasil audit BPK,” teriak salah orator dengan pengeras suara.

Usai orasi, sekitar 30 menit dibawah terik matahari, Kepala Perwakilan BPK RI Kaltim, Adi Sudibyo keluar dari ruangan dan temui pendemo. Baru keluar dari pagar kantornya, Adi langsung disambut pendemo dengan teriakan untuk duduk. “Duduk Pak, duduk, kita sama-sama duduk,” seru mahasiswa yang duduk diatas badan jalan.

Ditengah terik matahari, Adi didampingi stafnya duduk dan sampaikan tanggapannya terkait permintaan mahasiswa. Adi menyampaikan UU yang mengatur tentang hasil audit BPK. “Saya tekankan bahwa laporan BPK itu sesuai UU 15/2004 tentang Pemeriksaan, Laporan BPK disampaikan ke DPR. Kalau BPK RI disampaikan ke DPR RI, kalau BPK Provinsi disampaikan ke DPRD Provinsi,” sebut Adi.

Namun, penjelasan Adi ditolak pendemo. Debat panjang tak terelakkan ditengah terik matahari hingga azan zuhur tiba. Mahasiswa yang kecewa tak diberi data hasil audit yang mereka minta langsung gelar orasi lanjutan. Saat itu, Adi masuk ke kantornya.

Koordinator Lapangan Aksi, Abdul Rahim mengatakan, mereka meminta hasil audit BPK dari tahun 2010 hingga 2016 untuk kepentingan pembelajaran mereka. “Sebenarnya, data yang kami minta untuk proses pembelajaran, untuk mengetahui dana APBD itu untuk apa. Setiap anggaran itu jelas tak ada namanya korupsi di setiap instansi pemerintah di Kaltim,” ucap Rahim.

Mahasiswa ancam akan gelar aksi lanjutan jika permintaan mereka belum terkabul. Sementara itu, Adi ditemui terpisah menegaskan siapapun bisa peroleh hasil audit BPK, namun jalur yang ditempuh pendemo tak sesuai prosedur. “Mereka tak mau tahu, datang minta data dan mau pulang bawa data,” tegas Adi.

Disebutkan Adi, BPK Kaltim sudah sangat terbuka terkait informasi publik. “Ada aturannya, masyarakat ajukan permohonan, datang dengan baik dan jelaskan maksud dan tujuannya. Kalau mahasiswa untuk kepentingan studi, LSM untuk kepentingan pengawasan pemerintah, aparat penegak hukum untuk kepentingan penyidikan atau penyelidikan. silakan ikut prosedur,” pintanya. (dor)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 weeks ago | dibaca 35 kali
img