Published On: Rab, Mar 27th, 2013

Maksimalkan Pembangunan dengan Disain Pertanian

Yansen TP: Kembangkan pertanian atau perkebunan dengan komoditi yang sesuai kondisi lahan

MALINAU – Setelah tahun lalu membangun 100 kilometer jalan usaha tani, Pemerintah Kabupaten Malinau akan kembali membangun jalan serupa dengan panjang yang sama di tahun 2013 ini. Pembangunan jalan usaha tani ini, akan disebar ke seluruh desa dengan mengutamakan kawasan pertanian atau perkebunan yang telah ada atau dibuka.

Pembangunan jalan usaha tani, terang Bupati Malinau Yansen TP, merupakan bagian dari skenario pemerintah daerah dalam membangun pertanian (dalam arti luas) masyarakat. Terkait dengan pembangunan jalan ini, Yansen TP menekankan dua hal. Pertama, pembangunan jalan hendaknya dilakukan atau diprioritaskan lebih dulu pada kawasan yang memang telah menjadi kawasan pertanian masyarakat. “Jangan sebaliknya, jalan sudah dibangun tapi area pertaniannya tidak ada,” tegasnya.

Pemahaman terhadap prinsip pembangunan jalan usaha tani, harap bupati, dimiliki masyarakat sebagai pengusul pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (musrenbangdes). Kedua, Yansen TP menekankan agar kawasan atau lahan di sekitar jalan usaha tani yang ada saat ini, selanjutnya dimanfaatkan oleh warga. “Kembangkan pertanian atau perkebunan dengan komoditi yang sesuai dengan kondisi lahan di sana,” pesan Yansen TP.

Agar pembangunan lebih maksimal, Yansen TP menginstruksikan SKPD terkait untuk membangun desain pertanian di setiap wilayah desa dan kecamatan. Dalam desain tersebut, Yansen TP juga mengharapkan pembangunan kawasan pertanian terpadu di wilayah yang memungkinkan, seperti di Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang.

Kawasan lainnya yang berpotensi menjadi kawasan pertanian terpadu ialah kawasan pertanian yang berada di Minapolitan Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Kota. Di kawasan ini, jalan usaha tani sudah dibangun sepanjang lebih dari satu kilometer.

“Akan dibangun lagi tahun ini. Di sekitar jalan usaha tani ini juga, akan dibangun persawahan pasang-surut dengan memanfaatkan air Sungai Sesayap. Lokasi ini bisa menjadi kawasan pertanian terpadu, sebab di sana sudah terbangun perikanan masyarakat, pertanian dan perkebunan,” imbuh M Kadri, Camat Malinau Utara. (Adv/wh)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web