Dipublish: 7 Maret 2013, 21:33

Mapolres Diserang, Kapolsek Ditusuk

xCOVERR OK

90 Oknum TNI di Ogan Komering Ulu Serang Kantor Polisi,Masalah Ketimpangan Kesejahteraan Juga Jadi Penyebab

PALEMBANG- Sekitar 90 anggota TNI menyerbu Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Mereka membakar kantor dan merusak semua fasilitas yang ada. Saat beraksi, mereka membawa bendera merah putih, menggunakan seragam dinas dan senjata laras panjang. Kerusuhan ini dipicu oleh buntut dari penembakan anggota kepolisian yang menewaskan seorang anggota anggota TNI Angkatan Darat Bataliyon Armed 15 Kodam II Sriwija pada 27 Januari lalu. Pemicu lain adalah masalah pribadi sesama anggota, pelanggaran lalu lintas, perkelahian, dan hinaan. Akibat penyerbuan tersebut, lima anggota polisi terluka termasuk Kapolsek Martapura yang ditusuk, dua polisi militer (POM) dan satu sipil. 16 tahanan di Mapolres OKU juga kabur. Selain Polres OKU, perusakan juga dilakukan terhadap dua pos polisi, satu pos sub sektor dan beberapa kendaraan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan aksi TNI pagi itu awalnya hanya aksi damai terkait kasus anggota TNI Pratu Heru yang tertembak beberapa waktu lalu oleh anggota Polres OKU.  “Rencananya akan unjuk rasa damai terkait temannya yang tertembak, tapi jadi tidak terkendali,” ujar Suhardi, kemarin.

Dalam penyerangan itu, TNI  memblokir jalan-jalan menuju Mapolres. Mereka juga menyerang anggota kepolisian yang terlihat dengan pukulan, tendangan, serta senjata tajam sejenis pisau atau sangkur. Mereka juga menghalau anggota Polisi Militer yang akan mencegah aksi mereka serta melarang mobil pemadam kebarakan mendekat untuk memadamkan api. Kapolsek Martapura AKP Riduan yang ditusuk dan digebuki saat ini masih kritis.

“Saat diserang, anggota polisi langsung bubar. Saat itu mereka sedang apel pagi. Setelah 15 menit langsung ada api,” ucapnya.

Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Situmpol memastikan, bahkan seluruh prajurit yang berada di kawasan itu sudah ditenangkan. Saat ini sedang dilakukan koordinasi antara komandan batalyon, Kodim dan Puspom.  “Seluruhnya sudah menarik kesatuan masing-masing. Anggota dilarang luar kesatrian (markas),” katanya.

Ia mengatakan  pihaknya akan menyelidiki kasus penyerangan ini. Jika terbukti bersalah, sanksi pun akan diterapkan secara tegas.

“Siapa pun kalau melanggar hukum pasti ada sanksinya. Tidak ada yang kebal hukum,” kata Iskandar.

Presiden SBY memerintahkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera mengirim tim investigasi untuk mengusut kasus pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu, oleh sekelompok oknum prajurit TNI AD. Pangdam Sriwijaya dan Kapolda Sumatera Selatan diperintahkannya berkoodinasi untuk mengusut dan menindak tegas para pelaku.

“Pangdam dan Kapolda segera turun tangan langsung mengatasi situasi,” kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di Budapest, Hungaria, kemarin.

Perseteruan ini sangat disayangkan dan diharapkan tidak meluas menimbulkan dendam diantara sesama anggota. Anggota Komisi III DPR Indra berharap seluruh pimpinan Polri dan TNI turun tangan menyelesaikan ini.

“Kepada siapa lagi masyarakat berharap? Oleh karena itu saya mendesak Panglima TNI dan Kapolri sesegera mungkin mengusut tuntas kasus ini dan mencairkan serta menetralisir suasana yang mencekam di lapangan,” urainya.

Ketua Komisi III Almuzzammil Yusuf mengatakan, konflik antara TNI dan Polri yang kerap terjadi salah satunya dipicu oleh masalah ketimpangan kesejahteraan di antara keduanya.

“Soal ini (kesejahteraan memicu konflik) tidak pernah diakui. Tapi DPR menilai kesejahteraan kedua aparat ini harus diperhatikan. Ini persoalan umum, karena ketimpangan akan mempengaruhi emosi,” kata politisi PKS itu. (dtc/kc/vi)

Bagikan Berita Ini

  • wp socializer sprite mask 32px Mapolres Diserang, Kapolsek Ditusuk
  • wp socializer sprite mask 32px Mapolres Diserang, Kapolsek Ditusuk
  • wp socializer sprite mask 32px Mapolres Diserang, Kapolsek Ditusuk