Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Marak Bangunan Sarang Walet Ilegal

Marak Bangunan Sarang Walet Ilegal


korankaltim
korankaltim
2016-10-05 05:00:15
Tahun Ini, BP2T Belum Keluarkan Satupun Izin



TENGGARONG – Bisnis budidaya sarang walet di Kutai Karta-negara tumbuh subur. Namun, kesadaran pe-ngusaha untuk mengu-rus perizinan usaha terse-but masih rendah. Tahun ini, belum satupun izin dikeluarkan oleh Badan Pelayanan Terpadu.

“Rata-rata bangunan sarang burung walet yang ada di Kukar belum memiliki IMB,” kata Kepala BP2T Kukar Akhmad Taufik kepada Koran Kaltim, kemarin.

Menurut Taufik, pengusaha malas mengurus izin karena jarak antara bangunan sarang walet dengan pemukiman minimal 100 meter. Padahal, perda yang mengatur ketentuan itu telah diubah.

Dalam aturan baru sebagaimana Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Izin Pengusahaan Sarang Burung Walet, tidak ada lagi ketentuan yang me-ngatur mengenai jarak antara bangunan sarang walet dengan pemuki-man.

Pengusaha cukup mengantongi Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kukar dan didukung rekomendasi dari SKPD terkait. “Tapi sudah ada yang mengurus, walaupun prosesnya belum sampai ke sini,” terang Taufik.

Menurut Taufik, sebelum berdiri, bangunan sarang walet harusnya sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Nah¸tahun ini belum ada satupun IMB dan izin usaha walet yang dikeluarkan oleh BP2T. Sementara pada 2015 lalu, BP2T hanya mengeluarkan dua izin.

Ia mengimbau pengusaha sarang walet untuk melengkapi izin. “Ini demi peningkatan PAD karena DBH dipangkas cukup besar,” ujarnya.

Taufik juga menyinggung adanya pengusaha walet yang mengaku belum panen, padahal sudah beberapa kali, bahkan dijual keluar negeri.

“Masih ada saja yang berbohong, mengaku belum panen, jadi belum mau mengurus IMB, karena khawatir diharuskan membayar pajak atau retribusi. Retribusi untuk kepentingan pembangunan daerah, pengusaha harus memahami itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, meski banyak bangunan burung walet yang belum memiliki IMB, BP2T belum akan mengambil tindakan tegas. Sebab, saat ini sudah ada beberapa pengu-saha yang sedang mengurus izin. (ran415)

loading...

baca LAINNYA