Breaking News
Home >> Akademika >> Masih Ada 5 Ribu Guru Berstatus Honorer
HARI GURU: Ribuan guru yang ada di Samarinda mengikuti peringatan Hari Guru yang dilaksanakan di Stadion Madya Sempaja, Samarinda
HARI GURU: Ribuan guru yang ada di Samarinda mengikuti peringatan Hari Guru yang dilaksanakan di Stadion Madya Sempaja, Samarinda

Masih Ada 5 Ribu Guru Berstatus Honorer

Peringatan Hari Guru Digelar di Stadion

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin menyebutkan 50 persen dari 12 ribu jumlah guru di Samarinda, masih berstatus sebagai guru honorer. Hal ini menjadi salah satu yang hal disoroti oleh Disdik Samarinda dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 71 Selasa (22/11) kemarin.
Perihal kesejahteraan tenaga pengajar di Samarinda memang menjadi prioritas, pasalnya meski secara umum dikatakan Asli tingkat kesejahteraan tenaga pengajar di Kaltim khususnya di Samarinda dapat dikatakan cukup baik.
“Ya karena kan guru-guru kita selain dapat sertifikasi juga dapat insentif, namun memang yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah untuk kawan-kawan tenaga honorer,” ujarnya dikonfirmasi Koran Kaltim Selasa (22/11) kemarin.
Selain itu, yang juga menjadi perhatian adalah mengenai pembayaran insentif serta sertifikasi yang menurutnya secara sistem masih perlu diperbaiki, agar kedepan tidak lagi terjadi keterlambatan pembayaran.
“Ini berkaitan dengan penghidupan mereka (guru) ini, apalagi untuk yang masih honorer, secara gaji juga masih tergolong rendah,” katanya.
Perihal pengangkatan tenaga honorer, Asli mengatakan saat ini Disdik Kota Samarinda tidak dapat berbuat banyak, pasalnya seleksi pengangkatan dilakuka secara nasional.
Sementara itu, secara kompetensi Asli mengatakan guru di Samarinda dituntut untuk meningkatkan kemampuan diri, mengaktualisasi diri agar dapat menyesuaikan dengan kondisi terkini yang juga memberikan dampak perkembangan dunia pendidikan, lengkap dengan tantangannya.
“Nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) 40 persen guru di Samarinda masih masuk dalam kategori yang perlu ditingkatkan kompetensinya,” ungkapnya.
Untuk itu, dikatakannya fasilitas peningkatan kompetensi yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para guru. Selanjutnya yang menjadi pekerjaan rumah adalah, guru dituntut agar dapat membangun komunikasi dengan orangtua siswa, membangun kedekatan emosional yang baik dengan cara mengunjungi rumah para siswa, guru juga diharapkan bisa menciptakan suasana nyaman saat kegiatan belajar dikelas.
Diluar semua itu, melalui momen hari guru tersebut, Asli menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada semua guru yang telah berjuang membangun pendidikan di Samarinda, ia berharap semangat tersebut tidak pernah padam. (rs616)