Dipublish: 12 Mei 2013, 21:30

Mecaq Undat, Ungkapan Syukur Masyarakat Dayak Kenyah

TENGGARONG-Beragam suku bangsa dengan adat dan budayanya memperkaya potensi wisata di Kukar. Salah satunya suku Dayak Kenyah dengan upacara adat Mecaq Undat yang dilaksa-nakan di Balai Desa Tukung Ritan kecamatan Tabang, Jumat (10/5).
Upacara Mecaq Undat diawali dengan persembahan tari Datun Julut yang dibawakan para muda mudi dengan iringan musik tradisional suku tersebut. Tarian ini menggambarkan sifat keber-samaan masyarakat Dayak Kenyah kemudian acara dilanjut-kan pemukulan gong oleh bupati Rita, sebagai tanda acara Mecaq Undat dimulai.
Setelah itu dilanjutkan me-numbuk beras pada sebuah le-sung panjang yang berada di ten-gah-tengah balai desa. Di siniĀ  masyarakat Dayak Kenyah ber-sama-sama para pejabat, tamu undangan menumbuk berasĀ  hasil panen menjadi tepung.
Dalam kehidupan masyarakat Dayak Kenyah, setelah beras menjadi tepung, akan dimasak dengan cara dimasukkan ke da-lam bambu dan dimasak dengan cara dibakar, itulah yang dinamakan Undat.
Menurut Wakil ketua panitia, Ramli Lahang, Mecaq Undat merupakan pesta adat masyara-kat Dayak Kenyah yang dilaksa-nakan setiap tahun setelah panen, dan telah dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang dahulu hingga saat ini.
Maksud dan tujuan Mecaq Undat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rah-matnya yang diberikan kepada para petani ladang sehingga memperoleh hasil melimpah, juga sebagai upaya untuk meles-tarikan nilai adat dan budaya di masyarakat Dayak Kenyah khusus yang ada di kecamatan Tabang, sehingga semangat kegotong royongan yang ada di masyarakat Dayak Kenyah tetap terpelihara. (hmp 12)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger