Breaking News
Home >> Samarinda >> Mendagri Tak Kuasa Tahan Air Mata
TERHARU: Dengan mata yang masih basah karena menangis, Tjahjo Kumolo (tengah)memberikan keterangan kepada awak media usai mengunjungi anak-anak korban molotov di RSU AWS kemarin pagi.
TERHARU: Dengan mata yang masih basah karena menangis, Tjahjo Kumolo (tengah)memberikan keterangan kepada awak media usai mengunjungi anak-anak korban molotov di RSU AWS kemarin pagi.

Mendagri Tak Kuasa Tahan Air Mata

Usai Jenguk Korban Bom Molotov di RSU AW Syahranie Kemarin

SAMARINDA – Minggu (20/11) pagi kemarin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyambangi korban bom molotov yang terjadi Minggu (13/11) pekan lalu. Sayangnya, pertemuan ini dilakukan sangat tertutup, sehingga tidak diketahui jelas pembicaraan antara pihak Kemendagri dengan korban.
Sambil terisak-isak Tjahjo Kumolo keluar dari ruang gawat darurat anak-anak (PICU) setelah datang sekitar pukul 08.00 Wita, didampingi Direktur RSUD AW Syahranie dr Rachim Dinata Marsidi. “Saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak, hanya bisa mendoakan semoga lekas sembuh,” ujarnya dengan mata masih berkaca-kaca.
Tjahyo menegaskan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah. Usai memberikan komentar singkat ia pun bersalaman dengan Rachim dam bergegas menuju mobilnya dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan Pemprov Kaltim.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rachim usai mendampingi Tjahjo Kumolo menjenguk korban. “Tanggapan bapak (Tjahjo Kumolo) cukup baik, beliau bahkan sempat terharu karena yang menjadi korban masih berusia anak-anak. Namun beliau kembali meyakinkan kepada orangtua korban, semua biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Jadi untuk para orangtua diharapkan tidak usah khawatir mengenai hal ini,” ujar Rachim.
Kondisi korban saat menurut Rachim sudah membaik. Bahkan dua diantaranya Alvaro dan Anita sudah bisa dipindahkan keruangan inap biasa. “Pekembangan cukup baik namun saya tetap tidak akan melewatkan untuk sepuluh hari masa krisis dan ini baru masuk hari kedelapan. Dua hari kedepan alvaro dan anita sudah bisa pindah keruangan biasa,” jelasnya.
“Untuk Trinity sampai hari Selasa masih disni dan kita harus liat perawatan luka untuk mencegah terajdinya kecacatan. Kami bahkan harus dibius membiusnya untuk operasi dua hari sekali dan lukanya pun harus dicuci,” pungkasnya. (ms315)