Breaking News
Home >> Planet Football >> Mimpi Buruk 52 Tahun
KEKALAHAN LANGKA: Disaat pemain Islandia merasakan kegembiraan, Wesley Sneijder (kiri) hanya bisa meratapi kegagalan.
KEKALAHAN LANGKA: Disaat pemain Islandia merasakan kegembiraan, Wesley Sneijder (kiri) hanya bisa meratapi kegagalan.

Mimpi Buruk 52 Tahun

Belanda 0-1 Islandia

AMSTERDAM – Belanda kembali men-catat hasil buruk dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2016. Bermain di kandang sendiri, Amsterdam Arena, pelatih baru Danny Blind mencatat kekalahan dalam laga debutnya menggantikan Guus Hiddink.
Oranje tumbang dengan skor tipis 0-1 oleh pemuncak klasemen Grup A Islandia. Gol semata wayang tim tamu dalam pertandingan Jumat (4/9) dinihari kemarin dicetak bomber Swansea City Gylfi Thor Sigurdhsson melalui titik penalti pada menit ke-51. Tapi sebenarnya keputusan penalti itu layak diperdebatkan karena kaki bek Belanda Gregory van der Wiel mengarah ke bola ketika mencoba menyapu si kulit bundar yang tengah dalam buruan pemain Eslandia Birkir Bjarnason.
Lebih menyedihkan lagi, sebagai tuan rumah, di hadapan pendukung sendiri harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah pada menit ke-33 Bruno Martins Indi kena kartu merah dari wasit Milorad Mazic dari Serbia. Posisi Belanda di klasemen Grup A kini kian terjepit. Mereka tertahan di peringkat ketiga dengan 10 poin, tertinggal delapan poin dari Islandia yang ada di urutan pertama dan enam poin dari Republik Ceko yang duduk di posisi kedua.
Kekalahan di kandang sendiri di fase kualifikasi Piala Eropa adalah sesuatu yang langka untuk Belanda. Dalam catatan Opta, hasil melawan Islandia adalah kekalahan kedua untuk Belanda di kandang sendiri dalam kualifikasi Piala Eropa. Yang pertama terjadi 52 tahun yang lalu saat Belanda takluk 1-2 dari Luksemburg.
Atas kekalahan Belanda ini, Blind memuji Islandia yang tampil disiplin. Dia juga menyebut kartu merah untuk Martins Indi sebagai titik balik bagi timnya.Next “Mereka bermain sangat rapi, sangat terstruktur dan sulit untuk dibongkar,” ujar Blind seperti dikutip Reuters. “Titik baliknya adalah kartu merah. Saya pikir Martins Indi bertindak tidak profesional,” katanya menambahkan.
Ini juga kali pertama Belanda kalah dua kali dari lawan yang sama di fase kualifikasi. Sebelum kalah di kandang sendiri, Arjen Robben dkk. takluk 0-2 di markas Islandia pada Oktober 2014 lalu.
Sementara bagi Islandia kian dekat menuju Perancis berkat kemenangan ini. “Kami harus tetap tenang dan memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik,” ujar Gylfi Sigurdsson di situs resmi UEFA mengenai kemenangan tersebut.
Pelatih Lars Lagerback mengamini ucapan gelandang Swansea itu. Sebagai pelatih, tugasnyalah menjaga anak-anak asuhnya tetap menjejak tanah. “Saya paham, ada ekspektasi dari banyak orang. Kami sendiri, yang berada di dalam tim, tidak boleh memikirkannya. Yang boleh kami pikirkan adalah diri kami sendiri dan persiapan kami dalam menghadapi tiap laga,” kata Lagerback.
Dengan hasil sejauh ini, hasil paling jelek yang bisa diraih Islandia di fase kualifikasi adalah mencoba lolos via babak play-off. Tapi, jika mulus, mereka bisa lolos langsung dengan status juara grup atau runner-up. Di tiga laga tersisa, Islandia akan menghadapi Kazakhstan (6/9), Latvia (10/10), dan Turki (13/10). (sky/rtr)