Home >> Olahraga Daerah >> Mimpi Buruk Berlanjut
TIMNAS

Mimpi Buruk Berlanjut

Indonesia All Stars 8-1 Chelsea

JAKARTA – Kalah 0-7 dari Arsenal, banyak orang mengira permainan timnas Indonesia akan membaik karena sempat memberikan perlawanan berarti saat dikalahkan Liverpool 0-2. Tapi apa mau dikata, mimpi buruk kembali berlanjut.

Ya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Indonesia All Stars memang berhasil memecah kebuntuan dengan mencetak gol ke gawang Chelsea, klub Liga Inggris ketiga yang datang ke Tanah Air. Namun gol hasil bunuh diri tersebut jadi satu-satunya dan gawang Kurnia Meiga dijebol 8 kali oleh enam pemain The Blues.

Tak pelak hattrick kekalahan atas klub dari Inggris ini membuat nama Indonesia kian tenggelam, mengingat negara lain seperti Malaysia dan Thailand mampu memberikan perlawanan meski kalah. Malaysia kalah 1-4 dan Thailand kalah 0-1 itupun lewat tendangan penalti. Itu artinya Indonesia jadi lumbung gol bagi The Blues dalam laga akhir tur pramusim mereka di Asia Tenggara.

Pada pertandingan Kamis (25/7) malam tersebut, pasukan The Blues unggul berkat gol yang diciptakan masing-masing oleh Eden Hazard (22), Ramires (30, 57), Demba Ba (32), John Terry (45), Bertrand Traore (50), serta Romelu Lukaku (52, 66). Sedangkan gol semata wayang Indonesia tercipta dari gol bunuh diri Tomas Kalas saat mencoba menghalau bola Greg Nwokolo pada menit ke-69.

Manajer Chelsea Jose Mourinho puas atas penampilan anak-anak asuhnya. Ia menilai John Terry dan kawan-kawan bermain penuh semangat untuk bisa mencetak gol serta menghibur para suporter. “Saya sangat senang melihat penampilan tim malam ini,” ucap Mourinho dalam konferensi pers usai pertandingan. “Selama pertandingan, mereka terlihat bekerja keras untuk bisa mencetak gol dan berusaha menunjukkan permainan terbaik guna mengibur seluruh penonton.”

Mou juga menilai Indonesia bukan lawan yang setimpal bagi timnya. Secara pengalaman dan juga kualitas, Chelsea lebih baik ketimbang tim besutan Rahmad Darmawan itu. “Kita memang berada dalam level berbeda, sehingga hasil pertandingan bukan menjadi hal yang penting,” kata mantan pelatih Real Madrid itu.

Di samping itu, Mou juga menyatakan kekagumannya terhadap suporter yang terus memberikan dukungan selama bertanding. “Luar biasa, mereka terlihat sangat mencintai sepakbola,” tambahnya. “Gemuruh suporter yang ada di stadion sangat hebat dan kami sangat menghargai itu.”

Sedangkan pelatih Indonesia All-Stars Rahmad Darmawan sudah memprediksi timnya memang akan kalah karena kualitas klub asal London tersebut timnya. Namun, pelatih yang biasa disapa RD ini tak mengira skor pertandingan akan berakhir 1-8. “Kalau kalah saya sudah yakin, tapi saya kaget ada banyak gol yang tercipta. Skor ini di luar prediksi saya,” kata pelatih yang juga membesut Arema Indonesia.

RD mengakui kalau tim asuhan Jose Mourinho itu bagus dalam permainan sayap. “Ketika kita mencoba menyerang melalui sayap kemudian bola terlepas, maka bek sayap mereka cepat melakukan serangan balik,” ujarnya.

“Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kekalahan ini,” ucap RD. “Di antaranya kita kurang dalam keseimbangan pemain, kemudian saat lawan menguasai bola kita harus menunggu sepertiga lapangan. Selain itu, kita juga harus bermain dengan mengutamakan organisasi permainan,” tandasnya. (lbc)