Minim Pemasukan, Sarang Walet Didata Ulang


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:00:35
BALIKPAPAN –Pemerintah kota terus berupaya menggenjot pemasukan daerah di tengah situasi keuangan yang mengalami penurunan atau defisit. Bidang pajak sarang walet, salah satu yang digenjot mengingat target PAD 2016 hanya Rp52 juta. Padahal gedung tinggi sebagai sarang walet banyak bertebaran seperti di kawasan Pasar Baru,Klandasan Ilir, Balikpapan Kota

Banyaknya sarang walet ini, ternyata dalam prakteknya belum memberikan pemasukan kas daerah bagi Balikpapan yang signifikan.

Minimnya pemasukan sarang burung walet beralasan karena harga yang jatuh atau murah sehingga pajak sarang burung walet ini salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan belum kelihatan uangnya.

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Balikpapan, menargetkan pajak sarang burung Walet sebesar Rp52 juta di tahun ini. Target tersebut tak ada perubahan dari tahun sebelumnya, mengingat pendapatan pajak sarang burung walet selalu melenceng dari target yang dipasang Dispenda.

Lurah Klandasan Ilir Tarso mengatakan dari pengakuan pelaku usaha burung walet, penghasilan panen selama ini belum sesuai harapan. Karena harga yang rendah. “Mereka bilang hasil panennya tidak seuntung seperti dulu, jadi kami tidak bisa juga untuk memaksa mereka. Ya ini akan kita lakukan pembenahan dari sisi pendataan,” ujarnya (5/10).

Karena itu, pihaknya bersama Dispenda akan melakukan pendataan ulang keberadaan sarang burung walet yang berada di wilayah Klandasan Ilir. Termasuk kemungkinan di daerah lainnya yang juga banyak tersebar sarang walet. Pendataan mulai dilakukan pada minggu ke III bulan ini. “Insya Allah minggu ke tiga bulan ini, kami bersama Dispenda akan melakukan pendataan. Teknis pendataan kami jadwalkan selama tiga hari nantinya. Mudah-mudahan melalui pendataan nantinya bisa dipastikan pendapatan dari pelaku usaha sarang burung Walet itu,” ungkapnya

Selama ini, pihaknya tidak mengetahui secara pasti omzet yang didapat dari pelaku usaha sarang burung walet di wilayah pasar baru itu. Diharapkan dengan pendataan ini akan menghasilkan data fix sehingga bisa menjadi data base untuk mendongkrak PAD di bidang ini. “Pengakuan pemilik sudah tidak ada burungnya. Makanya kita mau data fix-nya berapa. Sesuai dengan peraturan daerah (Perda), panen penghasilan sarang burung walet itu dikenakan pajak sebesar 10 persen dari omzet yang mereka dapat,” pungkasnya. (din)

baca LAINNYA