Minim Sarana Kendala Pembinaan Voli Kaltim


korankaltim
korankaltim
2016-10-14 19:06:35
SAMARINDA - Cabang olahraga voli, indoor dan outdoor belum sukses menyumbang medali bagi kontingen Kaltim di PON XIX 2016 Jabar. Semangat mereka hanya sampai di babak 8 besar. Ironisnya, kegagalan di PON kali ini menurun dibandingkan dua PON sebelumnya yang mereka ikuti.

Pelatih Voli Kaltim, Dwikora mengungkapkan apa yang telah dicapai oleh voli Bumi Etam sudah menjadi hasil maksimal. Para atlet kata dia sudah tampil dengan mengerahkan kemampuan yang dimiliki baik atlet maupun pelatih. Hanya saja kata dia selama persiapan menemui beberapa kendala salah satunya adalah masalah sarana lapangan yang kurang reseprentatif.

Dia juga mengakui jika hasil untuk PON kali ini menurun dibandingkan PON 2008 dan 2012 silam, karena kala itu mereka masih bisa masuk dalam zona medali.

“Persiapan yang kami jalani tersendat-sendat karena sarana dan prasarana minim, terutama masalah lapangan, sehingga mau tidak mau kami harus pinjam sana-sini,” ungkap Dwikora saat dijumpai di KONI Kaltim, Kamis (13/10) kemarin.

Binpres Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kaltim ini berharap kedepannya sarana dan prasarana olahraga sedianya sudah dimiliki Kaltim. Setidaknya, sebagai tempat latihan yang memadai bisa digelar di Samarinda.

Kedepan, pihaknya tetap akan melakukan pembinaan atlet sebagai regenerasi. Karena jadwal pertandingan voli bukan hanya saat gelaran PON, diluar jadwa itu akan ada pertandingan lain bisa diikuti atlet andalan Benua Etam.

Sebagai langkah regenarasi, dikatakan dia siswa Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim bisa jadi andalan. Dari sekolah itu diharapkan muncul atlet-atlet potensial, khususnya di kategori voli pasir, sementara itu untuk indoor pembinaan tetap dilakukan melalui klub-klub yang ada di Bumi Etam.

“Kalau saya lebih fokus ke voli pasir yang ada di SKOI, sedangkan indoor ini dari klub-klub. Tapi, kami berharap ada bantuan dan dukungan dari semua pihak terkait seperti Dispora dan Pengprov dalam hal pengadaan lapangan ini,” paparnya.

Dia meminta lapangan voli pasir yang terletak di tepian Mahakan milik pengkot PBVSI Samarinda, bisa segera dirampungkan seperti tambahan pasir dan tiang. “Mudahan cepat selesai, jadi kami tidak lagi kesulitan cari lapangan, sedangkan indoor sementara pembinaan di klub-klub,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, meski lapangan menjadi kendala utama, pihaknya tetap melakukan persiapan atlet usia muda untuk mengikuti even-even yang akan di gelar dalam waktu dekat ini, seperti Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina - East ASEAN Grouth Area (BIMP-EAGA) IX 2016, Kaltim selaku tuan rumah. Selain itu persiapan atlet belia untuk berlaga di PON Remaja dan POPNAS.

“Untuk atlet voli pasir saat ini yang kami persiapkan itu ada 5 atlet putri untuk PON Remaja, sedangkan BIMP-EAGA ada 9 atlet putri, ya mudahan dari even ini banyak bibit atlet potensial,” pungkasnya. (rgn)

baca LAINNYA