Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Miris, PNS Jadikan Anaknya Kurir Sabu
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Miris, PNS Jadikan Anaknya Kurir Sabu

Satu PNS Lainnya Ditangkap Usai Nyabu

TENGGARONG – Sony Haryono (35) warga Jalan Stadion, Nomor 42, RT 04, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) yang bekerja sebagai PNS di salah satu instansi Pemkab Kukar dibekuk Polsek Tenggarong, Senin (21/11) sekitar pukul 18.00 wita.
Sony ditangkap karena menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu. Ironisnya, dia mempekerjakan anaknya Ma (13) yang masih duduk di bangku SMP sebagai kurir atau tukang antar sabu ke pemesannya.
Kapolres Kukar, AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Tenggarong, AKP MD Djauhari mengatakan, penangkapan ini bermula sekitar pukul 16.30 Wita, anggota Polsek Tenggarong mendapat informasi jika di jalan Bougenvile, RT 08, Kelurahan Sukarame, Tenggarong, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu.
Setelah dilakukan penyelidikan, anggota Polsek Tengarong melihat ada anak laki-laki yang mencurigakan. Selanjutnya polisi melakukan penangkapan dan mengaku bernama Ma, sekitar pukul 17.00 Wita. “Setelah digeledah, kita menemukan satu poket kecil sabu dalam amplop warna hijau yang dipegang di tangan kanannya,” katanya.
Setelah diintrogasi, Ma mengaku jika sabu tersebut dari bapaknya, yakni Sony Haryono. Ma diperintahkan mengantar pada pemesannya. Mendapat informasi dari Ma, polisi kemudian bergerak menuju kediaman Sony.
Sekitar pukul 18.00 Wita, Sony ditangkap di depan rumahnya. Polisi kemudian melakukan peng-geledahan dalam kamarnya dan menemukan barang bukti. “Tersangka terancam pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35/2009 tentang narkotika,” katanya.
Di kediaman Sony, polisi juga menangkap Masmuni yang juga seorang PNS, warga Jalan Kramat Jaya, Gang Kelurahan, RT 07, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Teng-garong. Ia diduga baru selesai mengkomsumsi sabu. “Dia kami tahan usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Setelah terlapor diamankan ke Polsek Tenggarong dan dilakukan tes urine, ternyata hasilnya positif mengandung amphetamine,” tegasnya. (ami)