Home >> Hukum & Kriminal >> Modal Rp3 Ribu, Buruh Bangunan Cabuli Bocah SD
PELAKU CABUL : Pelaku saat dimintai keterangan oleh petugas di ruang PPA Sat Reskrim Polres Balikpapan.
PELAKU CABUL : Pelaku saat dimintai keterangan oleh petugas di ruang PPA Sat Reskrim Polres Balikpapan.

Modal Rp3 Ribu, Buruh Bangunan Cabuli Bocah SD

Lagi Tak Punya Duit buat “Jajan” di Lokalisasi

BALIKPAPAN-Kebiasaan buruk “jajan” di eks Lokalisasi Manggar Sari, Balikpapan dan menonton video porno, menjadi pemicu SL (37) nekat melakukan perbuatan cabul.
Parahnya, korban yang menjadi sasaran dari nafsu birahi pelaku adalah anak bawah umur berinisial, Bunga (11). Akibat perbuatan pelaku, korban yang masih duduk di bangku kelas IV SD ini, mengalami trauma.
Informasi yang dihimpun media ini, aksi bejat SL bermula Kamis (17/11) siang di rumahnya yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Gang Rakyat Kelurahan Damai Balikpapan Kota.
Nafsu birahi pelaku memuncak ketika melihat video porno yang ditontonnya, bak gayung bersambut korban ketika itu tengah bermain di depan rumah pelaku yang memang jarak rumahnya hanya 10 meter dari rumah korban.
Tipu muslihat dilancarkan kepada korban dengan mengiming-imingi uang Rp3 ribu agar korban mau diajak ke kamar pelaku. “Dia (korban, Red.) mau Pak saya ajak ke kamar, cuma saya pegang sama gesek-gesek saja barangnya Pak sama saya masukin pakai jari telunjuk saja,”aku SL dihadapan petugas, Jumat (18/11) sore.
Buruh bangunan ini mengaku melakukan pencabulan tersebut lantaran tidak mempunyai uang untuk melakukan hubungan badan dengan Penjual Seks Komersil (PSK).  “Biasa sebulan sekali saya ke lokalisasi Manggar Sari Pak, bulan ini lagi gak ada uang pas kepengin, jadi spontan aja itu Pak saya lakuin ini, baru sekali aja,”tutur duda dua kali ini.
Aksinya terungkap ketika korban mengeluh sakit di bagian kewanitaan ketika buang air kecil. Orang tua korban yang curiga atas perilaku anaknya lalu mendesak untuk berkata jujur.
Bagai disambar petir di siang bolong, ketika orang tua korban mendengar anaknya menjadi korban pencabulan. Tidak terima anaknya dicabuli sekira pukul 20.00 Wita keluarga korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Balikpapan.
Berdasarkan aduan korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan kepada SL, Jumat (18/11) dini hari sekira pukul 01.30 Wita di rumahnya, ketika itu pelaku tengah tidur.
Paur Subag Humas Polres Balikpa-pan, Iptu Suharto mengungkapkan berdasarkan keterangan pelaku mengakui melakukan pencabulan. “Korban sudah dilakukan visum, saat ini masih menunggu hasilnya. Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti seperti celana dalam korban dan pakaian korban,” beber Harto.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) PP Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan ke-dua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Junto Pasal 76 e UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan ke satu atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Menurut pengakuan pelaku hanya satu korban, akan tetapi masih kami dalami karena korban biasa bermain di rumah pelaku dan di lokasi juga banyak anak-anak seumuran korban,” tandasnya.(yud)