Home >> Politik >> Molor Tiga Jam, Pengesahan APBD Tanpa Intrupsi
Sahkan APBD: Walikota Samarinda Syaharie Jaang menandatangani APBD TA 2017 setelah mendapat persetujuan DPRD. Pemerintah dan dewan sepakat belanja Samarinda tahun 2017 mencapai Rp1,7 triliun.
Sahkan APBD: Walikota Samarinda Syaharie Jaang menandatangani APBD TA 2017 setelah mendapat persetujuan DPRD. Pemerintah dan dewan sepakat belanja Samarinda tahun 2017 mencapai Rp1,7 triliun.

Molor Tiga Jam, Pengesahan APBD Tanpa Intrupsi

Anggaran Belanja Samarinda 2017 Capai Rp1,7 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah Kota dan DPRD Samarinda mengesahkan APBD tahun anggaran 2017, Rabu (30/11). Rapat paripurna ke-13 ini sempat molor hingga tiga jam, namun pengesahan berjalan mulus tanpa interupsi dari anggota dewan yang hadir.
Keterlambatan rapat paripurna lantaran menunggu kedatangan Wali Kota Syaharie Jaang dan Wakilnya Nusyirwan Ismail usai mengikuti apel nusantara di Gor Sempaja. Setelah terjebak macet, kedua pemimpin Kota Samarinda ini tiba di rumah jabatan di Jalan S Parman sekira pukul 11.30 Wita. Usai Salat Dzuhur dan makan siang, rapat paripurna ke-13 dimulai dengan penyampaian pendapat akhir fraksi.
Usai rapat paripurna, Syaharie Jaang mengatakan dengan total anggaran belanja murni 2017 senilai Rp 1.796.618.164.809, akan lebih banyak dibelanjakan pada kegiatan program pengendalian banjir. “Setelah men-dapat persetujuan dari gubernur, nanti silakan lihat selengkapnya di website Bappeda Samarinda, nanti akan dirincikan penggunaanya untuk apa saja,” ujar Jaang.
“Nanti kami akan fokus di tiga titik banjir yaitu Jalan KH Wahid Hasyim, DAS (Daerah Aliran Sungai) Sempaja, dan Jalan DI Panjaitan. Syukur-syukur kalau nanti kita juga mendapat bantuan Pemprov Kaltim,” tambahnya.
Selain bantuan Pemprov Kaltim, Jaang juga berharap adanya kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat senilai Rp98 miliar.
Terpisah, Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif mengatakan dengan anggaran Rp1,7 triliun, Pemkot Samarinda harus tetap membangun, khususnya untuk program pengen-dalian banjir. “Anggaran memang defisit, belum lagi merosotnya DAK dari tahun lalu sedikitnya ada Rp400 miliar sekarang hanya Rp98 miliar. Namun program pembangunan bisa dilakukan secara bertahap dengan sistem pembayaran multi years,” terang Alphad.
Sementara itu Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pj Sekkot Hermanto menyebutkan anggaran pengendalian banjir Samarinda di tahun 2017 teralokasi Rp35 miliar. “Secara keseluruhan keperluan penanganan banjir mencapai Rp150 miliar, tapi tahun 2017 dialokasikan Rp35 miliar dulu. Yang jelas kami akan lebih fokus untuk tiga titik itu,” papar Hermanto. (ms315)