Breaking News
Home >> PPU - Paser >> Monumen Sang Saka Merah Putih Bakal Dibangun

Monumen Sang Saka Merah Putih Bakal Dibangun

Diharapkan Jadi Wisata Sejarah

PENAJAM – Lokasi berkibarnya bendera merah putih untuk pertama kalinya di Kaltim berada di RT 07, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) oleh Pemkab PPU, bakal dijadikan sebagai tempat sejarah dan dibangun monumen Sang Saka Merah Putih.
Bupati PPU, H Yusran Aspar kepada Koran Kaltim, Selasa siang (29/11) kemarin mengatakan, lokasi itu dinilai sangat bersejarah karena menjadi tempat pertama kali berkibarnya merah putih di wilayah Kaltim, sehingga Pemkab berencana membangun monumen Sang Saka Merah Putih di lokasi tersebut.
Namun, lanjutnya, untuk mewujudkan rencana tersebut, pihaknya lebih dahulu akan melakukan pendataan guna rencana pembebasan lahan di lokasi tersebut karena kini di tempat itu lahannya telah dimiliki oleh masyarakat setempat.
“Kami berencana untuk melakukan pembebasan lahan sekitar setengah hingga satu hektare untuk kebutuhan membangun monumen merah putih itu, sebagai tanda pertama kalinya sang saka merah putih berkibar di Kaltim,”kata Yusran.
Selain itu, lanjutnya, melihat nilai sejarah yang tinggi di lokasi tersebut, Yusran merencanakan agar lokasi itu dapat dimanfaatkan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang ada di PPU.
“Ke depan, kami merencanakan lokasi tersebut bukan saja pada saat momen bersejarah ramai dikunjungi, tetapi diharapkan pada hari-hari biasa juga ramai dikunjungi karena di sana nanti juga kami jadikan salah satu objek wisata yang ada di PPU. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang agar bisa mewujudkannya,”jelasnya.
Selain itu, Yusran mengatakan bahwa masyarakat harus bersabar untuk sementara ini. Pasalnya pihaknya tengah mengupayakan untuk melakukan penganggaran guna membiayai pembangunan monumen. “Kami minta kepada masyarakat untuk bersabar karena kami tengah melakukan penganggaran, dan melakukan pembebasan lahan, Insya Allah tahun 2017 nanti monumen tersebut dapat segera terealisasi,”pinta Yusran. (nav)