Breaking News
Home >> Akademika >> MPR-RI Dialog Kebangsaan di IAIN Samarinda

MPR-RI Dialog Kebangsaan di IAIN Samarinda

Upaya Menjaring Aspirasi Kampus

SAMARINDA – Dalam rangka menjaring aspirasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui narasumber insan akademisi maupun mahasiswa, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk MPR Goes to Campus dengan mengambil tema “Penataan Kewenangan MPR RI” pasca amandemen UUD RI tahun 1945, Selasa (29/11) kemarin.
Bertempat di Aula Kampus I IAIN Samarinda Jalan KH Abul Hasan, dialog menghadirkan sederet narasumber seperti Rektor IAIN Samarinda Muhammad Ilyasin, perwakilan MPR RI dari elemen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Agustina Wilujeng Pramestuti, anggota lembaga pengkajian MPR RI dan pakar hukum tatanegara Margarito Kamis, serta beberapa dosen serta guru besar IAIN Samarinda.
Ditemui usai acara, anggota Komisi IV DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan acara tersebut, Samarinda menjadi kota ke – 12 yang disinggahi oleh rombongan dari MPR Goes to Campus.
“Ini merupakan salah satu cara kami dari bidang pengkajian MPR, untuk mencari format yang paling tepat tentang bagaimana ketatanegaraan kita, apakah harus diperbaiki atau tidak,” ujarnya.
Disampaikan politisi asal Jawa Tengah tersebut bahwa, cara yang sama juga dilakukan dengan menyasar pemuda dan kalangan pelajar sekolah menengah, melalui FGD, dan lainnya. “Hasilnya luar biasa, ada beberapa hal yang tidak disampaikan di kampus lain disini ada, seperti pasal 6 presiden harus orang Indonesia asli. Ini yang kami harapkan artinya ide-ide orisinal bisa muncul dan akan kami akomodir,” paparnya.
Disinggung soal isu degradasi ketoleransian yang belakangan muncul, ia mengatakan kampus berbasis Islam justru lebih banyak dipilih untuk melakukan dialog – dialog ketatanegaraan karena dianggap lebih fokus dan memiliki kesadaran cukup tinggi terhadap isu-isu ketatanegaraan. Kendati demikian ia juga menyampaikan bahwa MPR juga mengunjungi dan melakukan dialog tersebut di kampus-kampus diluar kampus Islam.
“IAIN sendiri sudah kami jadwalkan untuk dikunjungi sejak bulan Desember 2015 lalu, kami mengakomodir semua kalangan lah,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Samarinda Muhammad Il Yasin mengaku bersyukur karena IAIN Samarinda diberikan kesempatan untuk turut memberikan sumbangsi pemikiran terhadap sistem ketatanegaraan. “Saya bersyukur output dari IAIN bisa berperan tidak hanya persoalan pendidikan, tapi juga dalam hal berbangsa bernegara,” katanya. (rs616)